Under Cover

Kecurangan PPDB Siswa SMA Negeri di Sumut Terbongkar

DR Berita
Foto: DRberita

Kantor Dinas Pendidikan Sumut.

DRberita.com | Ombudsman RI Perwakilan Sumut mulai menguak dugaan praktik kecurangan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 melalui jalur zonasi.

Lembaga pengawas pelayanan publik itu menemukan adanya indikasi permainan dalam penerbitan surat keterangan domisili (SKD).

Diperbolehkannya SKD untuk mendaftar sekolah melalui jalur zonasi menjadi pintu masuk kecurangan. Meskipun keberadaan SKD diperolehkan secara aturan baik Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan maupun Peraturan Gubernur.


Sebagai sampel Ombudsman mengambil 5 data calon siswa/i di SMA Negeri 1 Medan yang dinyatakan lulus melalui jalur zonasi.

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa ITM Tuntut Penyelesaian Konflik Badan Penyelenggara

Adapun data calon siswa tersebut antara lain MAF (inisial), berdasarkan Dapodik (Data Pokok Pendidikan) MAF tercatat sebagai warga Jalan AR. Hakim Medan No 128. Sedangkan ZFA (inisial) adalah warga Komplek Bumi Asri Medan.

Keduanya calon siswa tersebut dinyatakan lulus di SMA Negeri 1 Medan dengan menggunakan SKD yang beralamat di Jalan Tengku Cik Ditiro No. 1. SKD tersebut dikeluarkan oleh Lurah Kelurahan Madras.


Berdasarkan penulusuran Jalan Tengku Cik Ditiro No. 1 adalah alamat SMA Negeri 1 Medan. Adapun MAF lulus karena domisilinya hanya berjarak 40 meter dari sekolah, sedangkan domisili ZFA dengan SMA Negeri 1 berjarak 72 meter.

Halaman :
Editor: Bornok