Under Cover

John Kei, Mafia Indonesia Yang Bebas Bersyarat

DR Berita
Istimewa

John Kei


"Saat itu, saya pulang kantor bersama rekan satu kantor juga kami berempat ke sana, tempat tongkrongan kami karena ada live music saat datang itu sepi," kata Tito pada saat itu 18 Februari 2012.

Baca Juga: Azlan dan Razak Percaya KPK Proses Dugaan Pungli dan TPPU Walikota Sibolga

Proses penangkapan John Kei pun tak memakan waktu lama, hanya 15 menit, kemudian dia dipapah oleh beberapa anggota kepolisian tak berseragam. John Kei dan Ayung dekat sejak berkenalan di tahanan Polda Metro Jaya pada tahun 2007.

Saat itu, Ayung terlibat masalah identitas palsu, sedangkan John Kei tersandung persoalan perusakan di Pondok Gede, Jakarta Timur. Sejak itulah, keduanya menjadi dekat. Bahkan, John Kei kerap membantu Ayung jika ada permasalahan.

Dia bahkan tak segan membentak salah seorang anak buahnya, yang sempat menyerang pabrik Ayung di Tangerang. Menurut informasi, sosok Ayung bagi John Kei bukan sekadar teman biasa. Ayung telah dijadikan 'tambang emas' oleh John Kei lantaran pengusaha muda itu terbilang royal dan tidak pernah macam-macam. Sifat Ayung yang royal terhadap John Kei ini pun dibenarkan kuasa hukum Ayung, Carel Ticualu.


"Tidak ada persaingan di antara mereka. Saat John Kei perlu duit, minta ke Ayung dikasih. Kalau ada bisnis apa, dan dinilai Ayung visible, dia bantu dan ini berjalan terus. Saya juga agak aneh kalau John Kei sampai bunuh Ayung, apa enggak suatu kebodohan?" kata Carel, Selasa 28 Februari 2012 malam.

Halaman :
Editor: Gambrenk

Sumber: Berbagai Sumber