Under Cover

BOT PDAM Tirtanadi Dengan PT. TLM Berbau Korupsi, Kasus Diselidiki Polda Sumut Sejak 2018

DR Berita
Foto: Muhammad Artam

Tower PDAM Tirtanadi

DRberita.com | Sampai dengan saat ini, dugaan korupsi BOT air bersih PDAM Tirtanadi dengan PT Tirta Lyonnaise Medan (TLM) tidak ada kabar kelanjutannya. Padahal, penyelidikan kasus dugaan korupsi ini ditangani oleh Tipikor Polda Sumut sudah sejak akhir 2018 lalu.


Penyelidikan kasus ini berawal dari perpanjangan Build Operate Transfe (BOT) PDAM Tirtanadi dengan PT. TLM untuk kapasitas produksi air 400 liter per detik. Sementara, BOT kapasitas air 500 liter per detik pada tahun 2000 akan berakhir 2026.


BACA JUGA :Koptan Duma Sari Lestari Perjuangkan Lahan TPU Desa Kelambir 5 dari Eks HGU PTPN2


Informasi diterima DRberita.com dari internal, Selasa 25 Mei 2021, menyatakan bahwa dalam perjanjian kerja sama yang dilakukan, jika BOT berakhir 2026 secara otomatis seluruh aset PT. TLM menjadi milik PDAM Tirtanadi yang merupakan BUMD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.



Tapi faktanya tidak demikian. Kini BOT itu pun malah menjadi 900 liter per detik, yaitu 500 liter per detik ditambah 400 liter per detik.


Kasus dugaan korupsi BOT PDAM Tirtanadi dengan PT. TLM ini sudah diselidiki sejak Direktur Kriminal Khusus Polda Sumut dijabat oleh Kombes Pol Rony Samtana. Bayangkan, jika BOT 500 liter per detik ini menjadi milik Pemprov Sumut. Sudah bisa dipastikan suplay air bersih ke warga Kota Medan akan lebih murah biayanya.


Sementara, jajaran Direksi PDAM Tirtanadi semuanya bungkam saat dikonfirmasi terkait kasus dugaan korupsi ini. Mulai dari Direktur Utama (Dirut) Kabir Bedi, Direktur Air Bersih Joni Mulyadi, Direktur Keuangan Feby Meilani, Direktur Air Limbah Fauzan Nasution, hingga Kadiv Humas Humarkar Ritonga, tak ada yang menjawab. Padahal pesan singkat whatapp sudah dikirim beberapa waktu lalu.


BACA JUGA :BKPRMI Percut Sei Tuan Salurkan Bantuan Untuk Palestina Melalui DDW


Diketahui, dalam perjanjian kerjasama (BOT) penyediaan air bersih pada 18 Juli 2000 lalu dengan masa waktu kerja sama 25 (dua puluh lima) tahun terhitung dari permulaan pengoperasian tahun 2001 s.d 2026 dengan kapasitas 500 liter per detik.



Halaman :
Penulis: Muhammad Artam

Editor: admin