Under Cover

Ada Pembangunan Tembok Ilegal di STTC Belawan

DR Berita
Foto: Istimewa

Pembangunan di lokasi lahan sengketa sebelah pergudangan PT. STTC Belawan.

DRberita.com | Ada pembangunan tembok tanpa izin atau ilegal di Kecamatan Belawan. Pembangunan itu terlihat jelas di lokasi pergudangan PT. STTC, simpang empat menuju pintu Tol Belawan.


Pembangun khususnya tembok di sepanjang jalan di kawasan pergudangan tersebut diketahui belum berizin dari Pemko Medan. Namun sampai saat ini proses pengerjaannya terus berjalan.



Kasi Terantib Kecamatan Belawan Lukman dikonfirmasi tidak membantah pembangunan tembok di atas lahan yang bersebelahan dengan lokasi pergudangan PT. STTC tidak memiliki izin dari pemerintah.

Baca Juga :BPN Medan Lagi Teliti Kasus Jalan Sebelah STTC Belawan


"Memang belum ada izinya tembok itu, kalau bangunan di dalamnya atas nama PT. STTC. Kemarin Satpol PP ada datang ke lokasi, saat itu baru mereka (PT. STTC) tunjukan izinnya yang di dalam. Kalau pembangunan tembok belum ada," ujar Lukman, Minggu 11 Oktober 2020.


Lukman juga menjelaskan sampai saat ini pihak PT. STTC tidak ada berkoordinasi dengan pihak kecamatan dalam proses perizinan pembangunan tersebut.



"Harusnya apa pun itu harus ada pada kita dulu, satu pun tak ada pengantar dari kita. Makanya aneh saja kok bisa PT. STTC menunjukan ke Satpol PP yang datang kemarin, menunjukan izinnya ke Satpol PP. Melalui siapa mereka membuatnya, macam terabaikan kita (pihak kecamatan) di sini dibuat pangusaha-pengusaha di Belawan ini. Izinnya atas nama PT. STTC," kata Lukman.


Informasi diperoleh DRberita, lokasi pembangunan yang disebut PT. STTC saat ini masih dalam sengketa di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan, oleh beberapa pihak.


Sementara, Plt Kepala BPN Medan Ridwan Lubis mengatakan pihaknya sedang meneliti masalah yang terjadi di lokasi pembangunan yang dikerjakan di sebelah lokasi pergudangan PT. STTC.



"Lagi diteliti tim masalahnya, sudah kita desposisi ke kasi 1 dan 2, bidang pengakajian mereka," ucap Ridwan.


Ridwan tidak mau menjelaskan lebih terperinci masalah apa yang sedang diteliti oleh tim BPN Medan. "Saya ini masih plt, nanti kalau sudah ada laporan kita jelaskan. Ini masalah tanah sudah lama ke pusat, orang-orang atas. Kalau tidak salah sudah sampai ke mabes, sudah lama tanah ini," katanya.

Baca Juga :Pengacara Rita Pertanyakan Jalan Sebelah STTC Belawan ke BPN Medan


Diketahui, Pengusaha Mujianto melalui kuasa hukum Rita Wahyuni SH mempertanyakan lahan yang dijadikan jalan di sebelah lokasi PT. Sumtra Tobacco Trading Compeny (STTC), Belawan, ke BPN Kota Medan. Jalan tersebut kini telah ditutup tembok oleh pihak tertentu.



Pertanyaan itu disampaikan secara tertulis ke Kepala BPN Kota, oleh Mujianto melalui Kuasa Hukum Rita Wahyuni SH, dengan surat nomor: 061/PH-RW/P/IX/2020 tertanggal 29 September 2020, yang diterima oleh staf BPN Kota Medan bernama Radha.



art/drb

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Gmbrenk