Under Cover

Penyelidikan Kasus di Polda Sumut: Siapa Maling Setoran PAD PDAM Tirtanadi?

DR Berita
drberita
Kantor PDAM Tirtanadi, Jalan SM. Raja, No. 1, Medan.

DRberita | Kasus dugaan korupsi setoran kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) PDAM Tirtanadi tahun 2018 yang ditangani Polda Sumut, penyelidikannya kini menimbulkan tanda tanya. Siapakah sebenarnya maling setoran PAD PDAM Tirtanadi tersebut?


Penyidik Polda Sumut diketahui sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi dari PDAM Tirtanadi untuk dimintai keterangan. Baik itu pejabat dari direksi lama maupun direksi baru.


Kasus setoran PAD ini masih berstatus penyelidikan. Polda Sumut pun masih terus mencari keterangan dan bukti untuk menetapkan status tersangka pada kasus ini.


Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, yang ditetapkan pada tanggal 19 April 2018, dan diundangkan serta diberlakukan pada 23 April 2018, diketahui PDAM Tirtanadi wajib memberikan kontribusi ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


Pada pasal 50 yang berbunyi; jika cakupan wilayah PDAM Tirtanadi sudah mencapai 80 persen lebih atau sama, wajib memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 55 persen dari keuntungan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


Diketahui, dari keuntungan PDAM Tirtanadi pada tahun 2018 sebesar Rp 74 miliar, setoran kontribusi PAD yang diberikan ke Pemprovsu masih sekitar Rp 20,6 miliar oleh Arif Haryadian, yang saat itu menjabat Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi.


Arif Haryadian yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Sumut, mengaku sudah memberikan setoran PAD sebesar Rp 20,6 miliar pada cicilan pertama.


Setelah setoran cicilan pertama diberikan, Arif Haryadian tidak lagi menjabat Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, karena masa tugasnya bersama dengan pejabat direksi lainnya telah berakhir. Sehingga cicilan selanjutnya menjadi tanggung jawab direksi baru yang menggantikan.


Sebagaimana diketahui, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, pada Selasa 7 Mei 2019, telah melantik Direksi PDAM Tirtanadi, periode 2019-2024. Mereka adalah Direktur Utama Trisno Sumantri, Direktur Air Minum Joni Mulyadi, Direktur Air Limbah Fauzan Nasution, Direktur Administrasi dan Keuangan Feby Milanie.


Trisno Sumantri Cs dilantik untuk menggantikan Direksi PDAM Tirtanadi periode 2015-2019 yaitu Sutedi Raharjo sebagai Direktur Utama, Delviyandri sebagai Direktur Air Bbersih, Heri Batanghari Nasution sebagai Direktur Air Limbah, serta Arif Haryadian sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan.


Kasus dugaan korupsi setoran PAD PDAM Tirtanadi ini terpublis ke publik sejak Direktur Reserse Kriminal Khusu (Direskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengakui telah memeriksa saksi atas dugaan kasus korupsi tersebut.


"Iya benar, ada pemeriksaan. Sekarang masih dalam tahap penyelidikan," kata Kombes Rony, Senin 2 Maret 2020. Penyelidikan kasus ini ternyata berdasarkan hasil audit kinerja pada 2018 yang diumumkan 2019.


Sejak menjabat Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri mengambilalih seluruh kebijakan yang ada pada direktur lainnya. Salasatunya meniadakan perlombaan dalam menyambut HUT PDAM Tirtanadi tahun 2019.


Kemudian, merombak pejabat lama digantikan pejabat baru sebanyak 35 orang, menaikan iuran dharma wanita mencapai 300% lebih berdasarkan surat edaran Nomor: 10/SEDR/2019 tertanggal 23 September 2019 yang ditandatangani oleh Direktur Utama PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri, dan lainnya.


Redaksi


Editor: Gambrenk