Under Cover

May, Teman OK Fadli Penipu Ternyata Dekat Dengan Walikota Siantar

DR Berita
drberita/istimewa
Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor (baju merah) dan Hayatisna May Peita alias May.
DRberita | Setelah tiga hari berada di Kota Pematangsiantar, akhirnya informasi May, teman OK Fadli penipu yang ngaku anggota Badan Intelijen Negara (BIN) didapati. May, dikenal dekat dengan Walikota Pamatangsiantar Hefriansyah Noor.

Perjalanan panjang mencari informasi Hayatisna May Peita alias May, akhirnya didapat. Meski tidak lengkap, paling tidak bisa membuka tabir penipuan yang dilakukannya bersama OK Fadli. May ternyata orang terpandang dan cukup dikenal di Kota Pematangsiantar.

May cukup dikenal dekat dengan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor. May juga dikenal sebagai tokoh masyarakat. Tak sedikit orang yang mengenalnya. May termasuk orang yang pintar menutipi dirinya. Ia terbilang cukup dihormati dan disegani.

Heru Simanjuntak, warga Jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar yang mengatakan. Bahwa ia mengenal May karena dekat dengan walikota Pematangsiantar. "Kenal saya lae. Pak May kan?" ucap Heru, akhir pekan.

May, kata Heru, orangnya baik kepada semua masyarakat. Dia juga santun dalam berbahasa. Tak banyak orang tahu bahwa May adalah teman OK Fadli yang mengaku anggota BIN. "Setahu aku pak May dekat dengan Walikota, sering dia buat acara kegiatan mengundang walikota. Apa cerita soal dia lae," tanya Heru.

Ucapan yang sama juga dilontarkan Agus. Ia juga kenal dengan May. "Kenal aku bro, keluarganya juga aku kenal. Tak enak la aku bro. Langsung aja kau bro jumpai dia," ucap Agus.

May adalah teman OK Fadli alias Oka yang ngaku anggota BIN. Mereka adalah penipu. Uang Rp 325 juta mereka ambil dari calon DPR RI Dapil Sumut 3 dengan janji bisa mengatur suara melalui KPU Sumut, ternyata penipu. Janji uang balik, tapi sampai saat ini keduanya pun hilang jejak.

Oka berdomisili di Perumahan Bumi Asri, Jalan Asrama, Medan Helvetia. Sedangkan May tinggal di Kota Siantar. Selain Oka dan May, ada juga teman mereka berdama Harmaini.

Uang diberikan ke Oka sebanyak Rp 325 juta. Awalnya Rp 25 juta. Uang itu kes diberikan ke Oka untuk mendapatkan 5.000 suara. Kemudian Rp 100 juta diserahkan ke Oka. Oleh Oka uang ditransfer ke May melalui rekening BNI nomor 05066 10058 a/n Hayatisna May Peita.

Selanjutnya Rp 200 juta. Uang juga diserahkan ke Oka. Lalu Oka juga mentransfernya ke May. Sebanyak Rp 300 juta, bukti transfernya masih ada. Namun May sudah satu suara dengan Oka. Uang sudah dibagi-bagi ke teman-temannya termasuk ketua KPU.

May yang dihubungi melalui nomor telepon 0852-7744-7720 tidak membantah uang Rp 325 juta untuk dapat suara di KPU sudah tidak ada lagi. Ketika ditanya kapan uang bisa mereka kembalikan, May dengan polos mengatakan sudah tidak bisa.

"Siap? oh ya rif. Sudah tak bisa. Uangnya sudah dibagi-bagi," ucap May. Ketika ditanya dengan siapa saja dibagi, May mengatakan dengan ketua KPU.

"Ya sama ketua KPU la. Kabupaten kota dan provinsi," katanya. Jawaban May sama seperti jawaban OK Fadli ketika ditanya di Jalan Setia Budi Medan. (art/drb)


Penulis: Artam

Editor: admin