Under Cover

Jokowi Datang ke Medan, Aktivis Antikorupsi Jadi Korban

DR Berita
drberita
Azhari Sinik.
DINAMIKARAKYAT - Kisah teragis terjadi di Kota Medan. Paska kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Medan, beberapa waktu lalu, seorang aktivis antikorupsi Azhari Sinik menjadi korban kekerasan orang tak dikenal (OTK).

Azhari Sinik merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhari Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), yang konsen pada pemberantasan korupsi di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan. Jumat 3 November 2017 pagi, seusai sholat subuh, ia ditabrak OTK mengendarai mobil di Jalan AR Hakim Medan simpang Halat.

Saat itu pria berkulit hitam dan berambut putih ini mengendarai sepeda motor metic sepulang dari masjid dan mau membeli makanan untuk serapan pagi. Namun naas tidak terduga, pagi itu Azhari Sinik dengan luka parah di wajah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Madani, tidak jauh dari lokasi.

Azhari Sinik juga merupakan pencetus 'Medan Kota Sejuta Lobang' yang menentang penghargaan IAA kategori 'Medan Kota Terbaik'. Penghargaan itu diterima Walikota Medan Dzulmi Eldin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Seiring dengan pergerakan yang dilakukan Azhari Sinik dan kawan-kawan antikorupsi di Kota Medan, yang menentang penghargaan tersebut, Presiden Jokowi datang ke Kota Medan. Kedatangan Jokowi saat itu dalam rangka kunjungan kerja sekaligus bersilaturahim ke rumah calon menantunya Bobby Nasution di Komplek Perumahan Setia Budi Indah (Tasbi).

Dan tidak disangka-sangka oleh Walikota Medan Dzulmi Eldin, esok paginya Presiden Jokowi berserta rombongan mengelilingi Kota Medan sebelum berangkat ke lokasi kunjungan kerja.

Jokowi saat itu melihat kondisi jalan di Kota Medan yang rusak parah dan berlobang-lobang. Hari itu juga Jokowi menyatakan 'Kalau tidak segera dikerjakan, saya duluan yang kerjakan'.

Spontan kondisi jalan di Kota Medan yang sudah tiga tahun terakhir dibiarkan rusak viral di media sosial. Hari itu juga ramai netizen membicarakan kondisi jalan berloang di Kota Medan.

Azhari Sinik dan kawan-kawan yang sejak awal sudah menetang penghargaan 'Medan Kota Terbaik' terus melakukan pergerakan dengan mengadakan diskusi publuk dan menyampaikan pernyataan sikap di sejumlah media cetak dan elektronik.

Tak hayal, Walikota Medan Dzulmi Eldin menjadi sorotan. Kedatangan Presiden Jokowi dan kritikan para aktivis antikorupsi membuat Dzulmi Eldin panik. Perbaikan jalan pun terus dilakukan oleh Walikota Medan dengan "membabibuta' di semua kecamatan.

Meski demikian, Azhari Sinik dan kawan-kawan antikorupsi di Kota Medan terus melakukan pergerakan untuk mengawal perbaikan jalan yang dilakukan Pemko Medan. Perbaikan jalan yang dilakukan itu jauh sekali perbedaannya dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kecurigaan pun muncul akan terjadinya kebocoran APBD tahun 2017 ini. Azhari Sinik dan kawan-kawan antikorupsi sudah mencium gejala itu. Mereka juga menyerukan warga Kota Medan untuk ikut mengawal perbaikan jalan yang dilakukan Pemko Medan.

Selain soal jalan, Azhari Sinik dan kawan-kawan juga menyoroti sejumlah persoalan di Kota Medan, di antaranya soal papan reklami yang tidak jelas pajak dan PAD nya. Begitu juga soal pembangunan podomoro deli city, parkir, sampah, listrik, air PDAM, dan lain sebagainya.

Azhari Sinik menduga aksi teror yang menimpa dirinya akibat dari pergerakannya dan kawan-kawan antikorupsi menyoroti jalan berlobang dan papan reklame yang mengemplang pajak di Kota Medan.

"Kalau filing saya, ini dari kasus jalan berlobang dan papan reklame. Dua ini (jalan dan papan reklame) yang banyak mafianya, filing saya itu," cetus Azhari Sinik, Jumat malam 3 November 2017, di rumah sepulang dari rumah sakit.

Meski wajah masih dalam kondisi luka diperban, Azhari Sinik tetap bersemangat mengaja kawan-kawan antikorupsi untuk mengawal kinerja Pemko Medan yang terindikasi melakukan korupsi.

"Ini baru awal permainan, kita tetap lanjutkan ini sampai ke ranah hukum," tegas Azhari. (art/drc)

Penulis: Muhammad Artam


Editor: admin