Under Cover

Identitas OK Fadli Terungkap: Penipu Ngaku Anggota BIN

DR Berita
drberita/istimewa
OK Fadli dan No. Plat Mobil Eskudo Hitam milik anggota BIN palsu.
DRBerita | Identitas OK Fadli akhirnya terungkap. Satu persatu korban penipuan anggota BIN palsu ini mulai buka mulut.

Paska berita "Ngaku Anggota BIN, OK Fadli Bisa Atur Suara di KPU" yang muncul di DRBerita.com, sejumlah korban mengungkap identitasnya.

Siang itu di Terminal Pinang Baris, Senin 19 Agustus 2019, seorang pria bernama Hendry, melelui telepon seluler ngajak bertemu. Halo katanya, saya mau bicara soal OK Fadli.

Pertemuan terjadi di salah satu warung kopi dekat Terminal Pinang Baris. Penuh emosi, Hendry mulai buka suara. Ia mengenl OK Fadli cukup lama. Pria paruh baya itu mengatakan OK Fadli anggota BIN palsu.

"Dia (OK) itu penipu!" cetusnya membuka pembicaraan. Hendry ternyata juga korban OK Fadli. Rp 250 juta uangnya raib tak berbekas.

Pria beralamat di Jalan Medan-Binjai itu adalah pengusaha. Dia mengatakan pernah berhubungan dengan OK Fadli untuk meloloskan seorang temannya untuk jadi pejabat di Pemprov Sumut. Uang Rp 250 juta, kata Hendry, hanya dana awal untuk bukti proses lobi jadi pejabat eselon 2 di Pemprov Sumut.

Hendry mengaku mengenal OK Fadli dari seorang intel organik. Intel itu bilang OK anggota BIN. "Aku percaya saat itu. Pembicaraan pun lanjut untuk proses jabatan itu. Uang Rp 250 juta dimintanya di depan, sisanya Rp 750 juta setelah dilantik," ujar Hendry.

Waktu itu Pemprov Sumut dimasa kepemimpinan Tengku Erry Nuradi. OK Fadli mengku bisa berkomunikasi langsung dengan sang gubernur dan orang kepercayaan. Dana dikasih tanpa bukti pembayaran. Setelah waktu yang ditunggu berlalu, ternyata teman Hendry yang mau jadi pejabat eselon 2 tidak dilantik.

Hendry panik dan mencari OK Fadli. Sejak saat itu OK Fadli susah dihubungi. Nomor teleponnya tak bisa dihubungi. Hendry mulai panik karena temannya tak jadi pejabat. Uang Rp 250 juta pun tak kembali. Hendry pun mulai mencari OK Fadli kesejumlah lokasi yang menjadi tongkrongan OK Fadli.

"Memang dia banyak temannya intel. Tapi dia itu penipu, bukan anggota BIN. Setiap orang yang aku kenal, aku tanya soal dia. Biacaranya tidak jauh-jauh. Semua mengatakan dia bukan BIN, tapi penipu," cetusnya.

Hendry berharap ada seseorang yang mau melaporkan OK Fadli ke polisi. "Saya yakin banyak yang jadi korbannya. Sepertinya dia diback-up orang-orang intel," katanya.

Pertemuan dengan Hendry dekat terminal pinang baris pun berakhir. Terlihat wajah Hendry sedikit senang dengan pemberitaan OK Fadli. Selang tak berapa lama bubar dengan Hendry, telepon berdering. Nama mantan pejabat Pemprov Sumut pun muncul. Halo, kata pejabat. Dia bertanya soal berita OK Fadli.

"Buat malu saja ini, dan dari dulu kerjanya seperti itu. Ga kenal. Dia beberapa waktu lalu juga coba ngompas aku. Dengan menjual isu bohongan, dan tidak aku layani. Habis itu senyap dia tak ada kabar," ucapnya.

"Coba hubungi si Apo Panglong Bahagia Jalan Juanda, anak main si Apo dia tu," sambungnya dan mengakhiri pembicaraan.

Besoknya, Selasa 20 Agustus 2019, seorang pengusaha turunan tionghoa bernama Ahok menelpon dan ngajak berjumpa. Pertemuan di Lippo Plaza, dekat gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan.

Ahok pernah bermasalah dengan OK Fadli. Masalahnya soal uang. Ahok nekat memperkarakan OK Fadli ke jalur hukum. Tak lama dilaporkan ke polisi, OK Fadli ditangkap. Setalah satu malam di kantor polisi, OK Fadli mengembalikan uang yang dilarikannya.

"Model anak itu harus digitukan. Ditangkap dulu, baru dikembalikan uang kita. Memang penipu itu orang. Modusnya macam-macam. Memang banyak kawan orang intel," katanya. Ahok berpesan kepada orang yang ditipu OK Fadli segera untuk membuat laporan. (art/drc)


Penulis: Artam

Editor: admin