Suara Anda

UINSU Makin Bobrok Dipimpin Prof. Syahrin Harahap

DR Berita
Yudha EL

Kampus UINSU

DRberita.com | Setelah kasus korupsi gedung mangkrak melanda UINSU, kini kasus seleksi dosen tetap non ASN memperparah status kampus. Dugaan suap pun mewarnai seleksi dosen yang menyeret kolega rektor.


Sejak dipimin Rektor Prof. Syahrin Harahap, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) bukan semakin baik namanya dari rektor sebelumnya Prof. Saidurrahman, yang menjadi terdakwa kasus korupsi gedung mangkrak tahun 2018. Namun semakin bobrok.

Dilantik menjadi Rektor UINSU pada 6 November 2020 oleh Menteri Agama RI Fachrul Razi, Prof. Syahrin ternyata belum mampu mengembalikan nama baik kampus UINSU dari label 'Kampus Koruptor' yang menyeret 6 tersangka.

BACA JUGA:
Kemelut Kasus Dosen UINSU: Ombudsman Tunggu Laporan Pihak Dirugikan

Tak hanya itu, kasus plagiat hingga ribut bagi-bagi proyek PL (Penujukan Langsung) juga terus melanda kepemimpinan Prof. Syahrin sebagai Rektor UINSU. Entah dimana salahnya, namun itu semua fakta yang terjadi sejak kepemimpinannya saat ini.

Terkini, UINSU kembali menjadi perhatian publik sejak kasus seleksi dosen tetap non ASN diumumkan pada Kamis 18 Nobember 2021. Kampus itupun menjadi pembicaraan negatif di tengah publik Sumatera Utara, hingga nusantara.


Nama peserta Nurhasanah Harahap disebut menjadi penyebebnya. Boru Harahap itu menjadi viral karena lulus seleksi TKD dosen tetap UINSU non ASN, tanpa ikut mendaftar. Penguman itu bernomor: B-4307/Un.11.R/B.I.Ia/HM/00/11/2021, ditandatangani oleh Prof. Syahrin Harahap.


Reaksi publik pun muncul, hingga Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara Abyadi Siregar angkat bicara. Ia pun 'menantang' pihak yang dirugikan untuk membuat laporan kepada pihaknya. Ombudsman katanya akan mengusut adanya dugaan maladministrasi.


Sementara, aktivis antikorupsi yang juga jurnalis Arief Tampubolon juga menduga telah terjadi perbuatan melawan hukum dalam tindak pidana korupsi berbentuk penyuapan yang menyalahgunakan wewenang dan jabatan.

BACA JUGA:
3 Lagi Tersangka Korupsi Gedung Mangkrak UINSU Ditahan

Arief pun memintak penegak hukum kejaksaan maupun kepolisian untuk segera mengusut dalang dan pelaku dugaan suap yang terjadi pada seleksi dosen tetap non ASN di UINSU. Ia pun berharap kampus kebanggaan Umat Islam di Sumut tersebut bersih dari kawanan koruptor.

Diketahui, seleksi dosen tetap non ASN UINSU dilaksanakan sesuai surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, bernomor: B-3789/DJ.I/Dt.I.III/KP.00.3/10/2021 tertanggal 27 Oktober 2021, yang ditandatangani Direktur Pendidikan Tinggi Keagaman Islam Prof. Dr. Suyitno M.Ag.


Namun Suyitno yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp di nomor 082178987xxx terkait seleksi dosen tetap non ASN UINSU, hingga kini belum menjawab.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin