Suara Anda

Tudingan AHY Belum Layak jadi Presiden Terbantahkan

DR Berita
Poto: Istimewa

Ketum DPP Partai Demokrat AHY dan kader Julwanri Munthe.

DRberita.com | Tudingan terhadap Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum layak menjadi Presiden Indonesia, telah terbantahkan. Malah sebaliknya, kini dukungan terhadap AHY terus mengalir secara alami.


"Sejak awal 2021 atau bahkan sebelumnya, masyarakat sudah sadar kalau Ketua Umum Partai Demokrat AHY adalah pesona yang berbeda, dan tudingan belum layak, belum pantas, bahkan ada yang memberi labeling anak ingusan telah terlampau dan terbantahkan," ujar kader Partai Demokrat Julwanri Munthe dalam keterangan tertulis, Kamis 30 Juni 2022.


Menurut Julwanri, tantangan AHY saat ini bukan lagi menjawab tudingan terhadap kemampuannya, namun lebih berat yaitu menghimpun kemampuan semua tokoh untuk 2024 dalam menghadapi pemilu tanpa polarisasi dan politik identitas.

Tudingan pesimis dan ragu ragu atas kepemimpinan AHY pernah ditanamkan oleh beberapa pihak ke dalam persepsi publik. Namun untungnya, saat ini akarnya sudah tercabut, sejak keberhasilan menghalau KLB illegal, dan keberhasilan lainnya, termasuk peningkatan elektabilitas 11,6 persen.

"Tudingan miring atas AHY yang dianggap belum berpengalaman dan belum layak memimpin, sudah sejak lama gugur dengan sendirinya," tegas Julwanri.

BACA JUGA:
Aktifis 98: Musyawarah Rakyat Relawan Jokowi Mubazir dan Kontra Produktif

Partai Demokrat sebagai 'Modern Party' kata Julwanri, telah terbukti berhasil, dan itu berdasarkan realitas survei yang dirilis Litbang Kompas pada Mei - Juni 2022. Partai Demokrat sangat nyata mendapatkan angka 15 persen dari generasi Z atau usia di bawah 25 tahun, dan 16,6 persen dari generasi Y atau usia 26 hingga 41 tahun. Artinya, Partai Demokrat berada diperingkat kedua setelah PDIP.


"Generasi muda ternyata lebih rasional dan diharapkan menjadi "leader opinion" anti politik identitas dimasa mendatang," tandas Julwanri.


Dalam survei Litbang Kompas, kata Julwanri, beberapa penentu kenaikan elektabilitas Partai Demokrat dari luar yang pertama, ideologi (partai terbuka), kedua faktor nostalgia, yaitu membandingkan situasi pemerintahan saat SBY-Partai Demokrat berkuasa (retrospektif). Dan ketiga, penetrasi para kader termasuk AHY yang mungkin tidak diprediksi pihak lain.

Patut diakui performa AHY sebagai commanders sangat powerfull, ditambah lagi Partai Demokrat sudah dua periode berkuasa dan sudah matang (mature). Ini jelas menguatkan dukungan AHY menjadi presiden.


Apalagi cara AHY dan Partai Demokrat mengambil keputusan dan sikap dalam menentukan garis perjuangan yang semuanya itu dikerjakan dengan serius dan berdasarkan data dan kajian mendalam. Bukan dengan jalan pintas (short cut), dengan menuding pihak lain anti pancasila atau mengaku lebih pancasila dari pihak lainnya. Karena cara itu lama lama melawan akal sehat dan nalar berbangsa dan bernegara atau zero logic.


Tren terhadap Partai Demokrat, diakui Julwanri, sangat konsisten dan terus meningkat seiring dengan performa AHY yang fokus pada penekanan substansi, bukan sensasi, apalagi model drama maupun reality show politik.

BACA JUGA:
Bongkar Dugaan Suap, Kacab PDAM Dicopot Dirut

Artinya, setiap kali masyarakat menikmati drama atau reality show politik, setiap kali juga akan kembali pada kenyataan dan sadar akan banyaknya masalah dan persoalan baik itu persoalan ekonomi, harga pangan, lapangan kerja dan lain sebagainya.

"Istilah dalam ekonomi, AHY punya fundamental yang kuat, dan ibarat saham, AHY dengan pertumbuhannya yang smooth, tidak terlalu tinggi tapi konsisten. Bukan seperti saham bitcoin yang naik turun seperti rollercoster, bahkan bisa menjerumuskan," kata Sarjana Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara ini.


Dengan membaca tren dan indikator indikator yang dimiliki Partai Demokrat saat ini, sangat optimis dukungan dari masyarakat akan terus mengalir hingga Pilpres dan Pileg 2024 mendatang.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin