Suara Anda

Siapa Pengganti Sabrina?

DR Berita
Foto: Istimewa

Sekda Sumut R. Sabrina.

DRberita.com | Dua bulan lagi tepatnya Mei 2021, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, R. Sabrina akan purna bakti dari jabatannya. Siapakah sosok ASN di Sumut yang cocok dan tepat untuk menggantikan posisinya?


Sejumlah kriteria pun menjadi foktor utama bagi calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, minimal tidak pernah berurusan dengan hukum atau diperiksa penegak hukum terkait tugasnya sebagai ASN. Meski Gubsu Edy Rahmayadi belum menunjukan tanda-tanda lelang jabatan sekda dibuka.



Berikut sejumlah tanggapan dari pengamat hingga mantan ASN;


BACA JUGA :AMPI Medan Petisah Berbagi Nasi di Jumat Berkah


Pertama, Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik Elfanda Ananda. Ia menilai, standar normatif tentunya harus orang yang punya integritas, bersih sehingga tidak tersandera dengan berbagai persoalan hukum yang dihadapi. Selain itu, tentu harus bisa menjadi partner gubernur dalam mendukung visi misi daerah. Sebaiknya, sekda orang yang memahami dinamika Sumut sehingga lebih mudah dalam menjalankan tugasnya.


Pengganti Sabrina juga harus orang yang bermental kuat dengan berhadaan dengan karakter pimpinan latar belakang militer, disiplin, dan harus cerdas. Sumut merupakan provinsi yang besar dan penuh dinamika politik yang keras. Tidak mudah menjadi sekda dengan latar belakang ASN yang berkarakter keras dan susah diatur.


Kedua, Tokoh Pers Sumut Agus Salim Ujung. Kata Agus, Pemprovsu membutuhkan sekda yang berani melahirkan kebijakan anggaran yang berpihak kepada kepentingan rakyat, dan bukan sekadar mampu menyenangkan atasannya. Kita harapkan figur sekda pengganti Sabrina, merupakan sosok pejabat yang terbuka dengan kalangan pers, serta memiliki kompetensi mumpuni, yang membuatnya memiliki kemampuan dalam membantu memperlancar tugas-tugas Gubsu dan Wagubsu, serta memiliki hubungan yang baik dengan kalangan legislatif.



BACA JUGA :Terkait Dirjen Pajak, KPK Geledah PT. JB di Kalimantan Selatan


Pemprovsu membutuhkan sosok sekda yang mobile, enerjik, dan berwibawa, seperti para Sekdaprovsu di masa lalu semisal Muhyan Tambuse, RE. Nainggolan atau Nurdin Lubis.


Ketiga, Pengamat Sosial Politik Shohibul Ansor Siregar. Menurutnya, hal yang paling kita rasakan selama ini ialah kesan bahwa Edy Rahmayadi itu ditimpa masalah 'loneliness" atau kesendirian karena pikirannya mungkin sukar atau tak terikuti oleh orang-orang terdekatnya dalam menjalankan mandat rakyat memimpin pemerintahan.


Tuntutan kapasitas seperti itu yang paling nyata untuk menjadi sekda pengganti Sabrina di Sumatera Utara.



Sekda itu tentu diharapkan menguasai seluruh regulasi, juga piawai memahami dan menjadi dirigent yang tangkas bagi seluruh aparatur dalam bekerja bersama untuk menjalankan visi dan misi pemerintahan.


Hari ini dan entah sampai kapan kita berhadapan dengan wabah. Covid-19 jangan sampai menohok terlalu dahsyat sehingga pertumbuhan tidak terlalu anjlok. Pelibatan civil society sangat penting. Sekda baru diharapkan memahami semua itu, bahwa dirinya diberi amanah membantu seorang Gubernur yang berfikiran "tak sabaran" dan di tengah bencana yang melahirkan berbagai fenomena abnormalitas di mana-mana.


Saya mencatat strategi menghadapi covid dari aspek ekonomi ialah mengembangkan sektor pertanian dengan melibatkan para kepala daerah. Sektor pertanian itu selalu terbukti menjadi andalan penyelamatan setiap krisis.



BACA JUGA :Panglima Kosekhanudnas III dan Staf Latihan Menembak Bersama


Keempat, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara Edwin Ginting Suka. Kreterianya harus lebih bisa merangkul semua Organisasi Perengkat Daerah (OPD) dan dapat mengikuti arahan atasannya.


Terakhir, mantan Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Agustama. Menurutnya, sosok sekda pengganti Sabrina harus mampu berperan sebagai leading sektor sebagai atasan langsung semua ASN khususnya para eselon 2. Bisa menjembatani antara Gubsu, Wagubsu dengan DPRD Provinsi Sumut.


Penulis: Muhammad Artam

Editor: admin