Suara Anda

Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Pemborosan Anggara

DR Berita
Poto: Istimewa

Dedi Harvi Syahari, Presidium Garuda Merah Putih Community Sumatera Utara.

DRberita.com | Revitalisasi Lapangan Merdeka yang akan dilakukan Pemko Medan dengan nilai Rp 400 miliar dengan dana berasal dari Pemprovsu dan APBD Kota Medan dianggap sebuah pekerjaan yang tidak memiliki sense of crisis.


Bukan tidak mendukung pembangunan atau revitalisasi, namun sepenting apakah revitalisasi itu dilakukan? Padahal masih banyak persoalan yang memang perlu menjadi acuan untuk lebih diutamakan.


"Kalau hanya untuk revitalisasi Lapangan Merdeka itu bisa ditunda, karena masih banyak persoalan yang ada sampai hari ini belum dilakukan Walikota Medan," ucap Dedi Harvi Syahari, Presidium Garuda Merah Putih Community Sumatera Utara dalam siaran pers, Jumat 10 Juni 2022.

"Itu kan uang rakyat yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Medan, kenapa tidak dialokasikan ke subjek yang lain? " sambung Dedi.

Menurut Dedi, penanganan banjir, drainase, pembangunan Medan Utara yang sampai hari ini seperti dianak tirikan oleh Pemko Medan seharusnya lebih diutamakan.

BACA JUGA:
2 Aparat Desa di Batubara Terjaring OTT, Pj Kades Akui dan Pasrah Terima Hukuman

"Mereka (masyarakat Medan Utara) itu langganan banjir, kenapa tidak dialokasikan dana itu ke sana? Atau revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Medan, yang hari ini babak belur akibat tidak adanya perhatian Walikota Medan untuk membangunnya," tegasnya.


Dedi pun mengingatka Pemko Medan agar lebih memperhatian kondisi pasar tradisional yang hari ini belum mendapatkan sentuhan dan perhatian untuk kelayakannya.


"Ingat kondisi pasar pasar tradisional yang ada di Kota Medan, sudah tidak layak disebut pasar, sementara penguatan ekonomi masyarakat itu ada di pasar pasar tradisional yang hari ini kalah bersaing dengan pasar modren yang ada," katanya.


Penanganan pedagang kaki 5 yang sampai hari ini juga belum mampu dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sehingga masyarakat Kota Medan acap mengeluh akibat berjamurnya pedagang kaki 5 sampai memakan badan jalan.

Selayaknya pula konsep konsep pembangunan yang memakan anggaran besar itu dialihkan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Medan, bukan untuk gagah-gagahan agar menjadi perhatian semata.


"Lapangan Merdeka itu hanya perlu perawatan yang tidak memakai anggaran yang cukup besar, sehingga masyarakat yang mencari nafkah di sana tidak terganggu mata pencariannya yang sampai saat ini tingkat pengangguran di Kota Medan sangat tinggi dan menjadi problem sosial yang butuh penanganan yang baik," jelas Dedi.


Keukuhnya Walikota Medan Bobby Nasution untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka sangat ditentang karena peruntukkannya belumlah penting, karena yang terpenting adalah perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat yang belum dapat diselesaikan dengan baik oleh Pemko Medan.

BACA JUGA:
SPPBJ Palsu Beredar, Rozi Albanjari Minta Polda Sumut Bongkar Mafia Proyek UINSU

"Dan nanti Senin 13 Juni 2022, Garuda Merah Putih Community Sumatera utara akan melaksanakan aksi unjuk rasa meminta Pemko Medan menunda revitalisasi Lapangan Merdeka. Ingat, selaku penerima amanah masyarakat Kota Medan, Walikota jangan terlalu bernafsu, liat konteks sosialnya, apakah memang sebegitu penting revitalisasi Lapangan Merdeka dari pada menyelesaikan persoalan yang saat berkampanye menjadi skala prioritas itu dijalankan, dan itu revitalisasi tidak ada dalam agenda kampanye kecuali gedung warenhuis di Kesawan," terang Dedi.

"Ada apa sampai Walikota keukuh merevitalisasi Lapangan Merdeka? Masih banyak persoalan di Medan, aset aset seperti pasar, perusahaan daerah yang masih cengap cengap tanpa bantuan APBD, lah ini malah membuat wacana yang tak populer di masyarakat Kota Medan!," tutup Dedi Harvi.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin