Suara Anda

Pimpinan KPK Cengeng Seperti Anak Kecil

DR Berita
Foto: Istimewa

Pimpinan KPK

DRberita.com | Sikap pimpinan KPK terkesan cengeng seperti anak kecil yang menolak hadir memenuhi panggilan Komnas HAM. Akibatnya, mereka mendapat kecaman dari masyarakat. Kecaman itu mulai sikap arogan, angkuh, melawan hukum, tak mampu menutup skandal TWK, hingga langgar etik.


Ketua KPK Firli Bahuri pun dinilai tidak mampu dan gagal memimpin lembaga antirasuah tersebut.





Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menilai sikap pimpinan KPK yang menolak hadir dari panggilan Komnas HAM terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) merupakan wujud arogansi dan penghinaan terhadap sistem ketatanegaraan di Indonesia.


BACA JUGA :Jokowi Restui Revisi UU ITE: Pasal 27, 28, 29, dan 36

"Nah, ini betul-betul bentuk arogansi dan penghinaan terhadap sistem ketatanegaraan kita, dan KPK ini memberikan contoh yang buruk, ucap Koordinator MAKI Boyamin Saiman, dikutip berbagai sumber, Rabu 9 Juni 2021.


Menurut Boyamin, sikap pimpinan KPK tersebut dapat menjadi contoh buruk dalam proses penghormatan antarlembaga negara. Apalagi, Komnas HAM juga merupakan lembaga negara yang sah memiliki dasar perundang undangan.


Seharusnya KPK menghargai panggilan yang dilakukan Komnas HAM saat ini. Ia pun menekankan bahwa, pemanggilan tersebut masih dalam katagori awal dalam rangka klarifikasi atas polemik TWK.



Sehingga, lanjut Boyamin, KPK semestinya dapat mengikuti proses dan memberikan klarifikasi dalam pemanggilan itu.


BACA JUGA :Setelah Dampingi Uno, Gubsu Makan Siang Dengan UAS di Rumah Dinas

"Ini kan hanya soal pengaduan dari pegawai yang tidak lolos, mengadu ada pelanggaran HAM. Terus kemudian Komnas HAM melakukan klarifikasi dengan mengundang pihak pimpinan KPK. Nah, di situ jelas kan bahwa tidak melanggar HAM dan sebagainya," ujar Boymin.


Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: admin