Suara Anda

Orang Sudah Bosan Bicara Corona

DR Berita
DRberita

Salah satu kafe di Kota Medan yang terlihat ramai oleh pengunjung.

DRberita.com | Virus Corona (Covid-19) yang mewabah di Indonesia selama empat bulan ini, sudah tidak lagi mengkhawatirkan. Di Kota Medan, warga sudah bosan membicarakan informasi yang berkembang tentang virus tersebut.

Tempat-tempat keramaian di Kota Medan seperti warkop (warung kopi), kafe, resto dan lainnya kini sudah terlihat kembali normal oleh pengunjung. Situasi dan kondisi tersebut bisa terlihat di kawasan Jalan Halat, Gatot Subroto, MMTC Pancing, Ringroad Gagak Hitam, dan sebagainya.



Terkait hal tersebut, Ketua LSM Pusat Informasi Rakyat (PIRA) Zainai Arifin menilai situasi itu dikarenakan warga sudah merasa bosan dengan kondisi yang terjadi selama empat bulan terakhir ini.

Baca Juga: Melawan Pakai Pisau, Polisi Tembak Mati Perampok di Medan


"Wajar saja orang bersikap demikian, mungkin mereka sudah bosan membicarakan tentang virus corona ini. Empat bulan sudah wabah ini di Indonesia, orang-orang saya rasa sudah pada bosan dan menjadi nekat beraktivitas di luar rumah," ujar Zainal, Minggu 12 Juli 2020.

Menurut Zainal, kondisi tersebut diperparah lagi dengan infornasi ketidakjelasan dari penanganan pasien di rumah sakit yang terlalu gampang menetapkan satus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan positif Covid-19.



"Informasi yang aneh-aneh dari pihak rumah sakit itu juga yang memperparah situasi ini, dan menjadi perbandingan. Makanya orang-orang sudah tidak lagi begitu percaya dengan wabah corona ini. Apa lagi orang berkeyakinan hidup dan mati itu ada pada Allah, yang beginilah akhirnya. Orang-orang sudah tidak peduli lagi, jadi siapa lagi yang mau disalahkan kalau sudah seperti ini," kata Zainal.

Baca Juga: Kisruh Jabatan Sekda Labuhanbatu, Bupati Andi Suhaimi Dilapor Ke Polda Sumut


Kembalinya ramai warkop, kafe dan resto di Kota Medan, lanjut Zainal, seharusnya menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan khususnya tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Apalagi anggaran yang realokasi dari APBD juga dilanjutkan ketahap kedua untuk masa new normal pendemi Covid-19.



Artinya, pemerintah melalui tim GTPP Covid-19 harus lebih meningkatkan lagi kinerjanya untuk memutus mata rantai atau mengurangi pasien positif Covid-19.

"Saya saja kalau ditanya pribadi juga merasa bosan dengan kodisi ini. Keramain di warkop, kafe, dan sebagainya itu harap dimaklumi. New normal yang diterapkan pemerintah ya inilah hasilnya," tandas Zainal.


(art/drb)

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Bornok