Suara Anda

Mimpi Taufik Belum Kesampain di Satlantas Polres Langkat

DR Berita
Istimewa

Taufik

DRberita.com | Kadang kita terlalu cepat menghakimi, padahal bisa saja apa yang kita pikirkan salah. Sama halnya bila kita melihat sosok Taufiq, dibalik kekuranganya yang tak memiliki kedua tangan,siapa sangka kalau Taufiq memiliki banyak kelebihan.

Salah satunya, ia handal bermain organ tunggal atau biasa disebut kibot dengan kedua kakinya. Taufiq begitu mahir memainkan alat musik moderen tersebut di atas panggung.

Baca Juga :Kanwil BPN Sumut Jelaskan Masalah Tanah Makmur Wijaya Lawan Pejuang Wakaf

Selain jago bermain kibot, Taufiq juga ahlinya beternak. Ya, saat ini ia memiliki peternakan burung Puyuh. Tepat di belakang rumahnya ada ribuan ekor buring puyuh petelor yang sedang dikembangkan. Salutnya, Taufiq juga ahli dalam membuat pakan ternak.

Ia kerap mengajarkan cara membuat pakan ternak dari belatung yang disebutnya BSM. Dan yang membuat banyak orang angkat topi kepadanya yakni kemahiran Taufiq dalam berkendara. Bayangkan saja, semua mobil bisa ia kemudikan. Dari mulai metik hingga manual.


Bahkan, selama kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, ia bolak balik ke Medan mengantarkan ibunya yang sakit stroke untuk menjalani pengobatan. Serunya lagi, Taufiq telah melakukan perjalanan jauh hingga keluar kota dengan menyetir sendiri.

Baca Juga :Karate Kala Hitam Tidak Pernah Gelar Latihan Gabungan Suasana Covid-19

Karena itulah, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, Taufiq berkeinginan mendapatkan surat ijin mengemudi (SIM) dari pihak yang berwajib.

Tapi sayangnya, mimpi Taufiq untuk mendapat kan SIM yang diimpikan belum kesampaian. Pasalnya, saat hendak mengurus SIM di Satlantas Polres Langkat, Taufiq harus menelan pil kekecewaan karena dibola-bola oleh petugas.


Bahkan, saat hendak mengambil surat psikolog salah seorang staf dikesehatan Polres Langkat dengan enteng menolak permohonannya, seraya mengatakan tidak bisa mengeluarkan surat yang diminta sebagai persyaratan membuat SIM tadi.

Baca Juga :Sudah P21, Tersangka Pemukulan Aktivis Anti Korupsi di Sergai Belum Ditahan

"Tidak ada alasan yang diberikan oleh staf Kesehatan itu, ia hanya mengatakan tidak bisa," Kata Taufiq menceritakan kisahnya kepada wartawa saat ditemui di kediamanya di Dusun 2 Desa Namotongan, Kecamatan Kutmbaru, Kabupaten Langkat, Jumat 23 Juli 2021.

Padahal sebelumnya, kata Taufiq, dirinya lebih dulu mengambil surat keterangan dari dokter ahli di Kota Binjai. Dalam Surat keterangan dokter ahli itu, menerangkan kalau Taufiq memang mengalami kekurangan fisik (cacat) sejak lahir.

Halaman :
Penulis: Avid

Editor: Admin