Suara Anda

Mangkrak di Polda atau KPK

DR Berita
Foto: Muhammad Artam

Gedung kuliah terpadu UINSU berbiaya Rp 45,7 miliar yang tak terpakai.

DRberita.com | Dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), kasusnya mangkrak di Polda Sumut atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Sudah setahun lebih kasus ini ditangani penegak hukum. Mulai kejaksaan, KPK hingga Polda Sumut. Nilai proyek gedung mangkrak di UINSU sebesar Rp 45,7 miliar.



Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana pernah mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU. Tapi Rony membantah ada memeriksa Rektor Univiersitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) Prof. Saidurrahman.


Rony juga memastikan bahwa penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi gedung mangkrak di UINSU senilai Rp 45,7 miliar itu terus berjalan dengan baik.


"Jadi memang minggu ini kami tidak ada permintaan keterangan terhadap Rektor UINSU," ucap Rony melalui pesan WhatsApp, pada Jumat 22 Mei 2020 lalu.



"Kemudian, untuk penyelidikan dugaan TPK pada pembangunan gedung perkuliahan UINSU hingga saat ini berjalan dengan baik. Para pihak telah kita minta keterangan termasuk ahli," sambungnya.


Rony meminta dukungan masyarakat agar penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi gedung mangkrak UINSU ini selesai ditangani pihaknya.


Baca Juga:Konteks Pilkada, AHY: Demokrat akan bekerjasama sebaik-baiknya


"Mohon doa dan dukungannya aja ya, semoga tidak ada hambatan," kata Rony.



Diketahui, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Saidurrahman mengakui dirinya sudah pernah diperiksa oleh jaksa dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Hal itu diakui Saidurrahman kepada Anggota Komisi VIII DPR RI yang datang ke UIN Sumut, Medan, pada Jumat 15 November 2019, dalam rangka kunjungan kerja untuk meninjau Proyek SBSN senilai Rp 90 miliar.


Alumni IAIN yang sekarang bernama UINSU, Safruddin Lubia atau Acil juga memastikan Rektor UINSU Prof Saidurrahman sudah diperiksa jaksa dan KPK.



"Ini bukan hoax apa lagi fitnah. Itu semua sudah diakui oleh Saidurrahman di hadapan anggota komisi 8, jadi tidak perlu lagi ada pencitraan di Kampus UINSU," kata Acil Lubis, pada Selasa 28 Januari 2020.


Baca Juga:Kuasa Hukum Canakia Suman Minta Mabes Polri Ambil-alih Kasus BTN dari Polda Sumut


Pejalanan kasus dugaan korupsi gedung kuliah terpadu UINSU ini juga sudah disuarakan oleh sejumlah alumni lainnya yang melakukan aksi di depan gedung KPK dan juga Markas Polda Sumut. Namun hingga kini belum ada tersangkanya.



Informasi yang diperoleh DRberita, Kamis 30 Juli 2020, Polda Sumut sudah meningkatkan status kasus dugaan korupsi UINSU ini dari penyelidikan ke penyidikan. Artinya, jika kasus sudah penyidikan harusnya sudah ada tersangkanya. Namun hingga kini Polda Sumut, khususnya Dirkrimsus Kombes Rony Samtana belum mengumumkan. Menunggu apa?



(art/drb)

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Gambrenk