Suara Anda

KPK Melemah Koruptor Tertawa

DR Berita
Foto: Ilustrasi

Grafik data kinerja tim OTT KPK

DRberita.com | Dari 75 pegawai yang disingkirkan melalui TWK, 31 orang di antaranya tim OTT KPK yang ditakuti para koruptor di republik ini. Imbasnya, KPK pun kini melemah dan koruptor pun tertawa.


Mereka yang 31 orang tim OTT KPK itu adalah 9 kasatgas, 5 penyidik dan 17 penyelidik. Mereka tergabung dalam 75 pegawai yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).



Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono yang termasuk dalam 75 pegawai KPK tidak lulus TWK terang-terangan membukan data senjata KPK yang palih ampuh, yaitu operasi tangkap tangan (OTT).


BACA JUGATerbongkar, Indonesialeaks Temukan Dokumen Kerjasama KPK dan BKN Terkait TWK

Giri membeberkan data OTT KPK dari tahun ke tahun. Sejak 2005 hingga 2021, OTT KPK tertinggi terjadi pada tahun 2018, yaitu 30 kali OTT. Pada 2019, jumlah itu turun menjadi 21 OTT.


Diketahui, Firli Bahuri dilantik menjadi Ketua KPK pada Desember 2019 bersama 4 pimpinan KPK lainnya, yaitu Lili Pintauli Siregar, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango.


Selepas mereka dilantik jadi pimpinan KPK, tampak pada daftar OTT menurun drastis, yaitu 7 OTT pada tahun 2020, dan untuk 2021 baru 2 OTT. Padahal 2021 sudah berjalan 6 bulan.



Bagan OTT itu tampak berwarna putih, tapi untuk 2020 dan 2021 atau sejak kepemimpinan Firli Bahuri digambarkan berwarna merah.



"OTT KPK sejak revisi UU KPK dan Kepemimpinan KPK di bawah Firli Bahuri merah memudar. Semua anggota tim OTT 2020-2021 justru terjaring TWK untuk diberhentikan. Clear kan?" kata Giri, dikutip dari detik, Selasa 8 Juni 2021.


BACA JUGAICW: TWK Pegawai KPK Untuk Amankan Harun Masiku

"75 pegawai adalah mesin utama OTT KPK. Ada juga anggota tim OTT yang sudah dilantik jadi PNS. Kendaraan tanpa mesin kira-kira bagaimana ya?" lanjutnya.


Giri mengatakan OTT pada tahun 2020 dan 2021 secara keseluruhan hampir dikerjakan oleh para pegawai KPKyang terjaring dalam daftar 75 orang yang akan "disingkirkan" via TWK.



"Penyebab utamanya revisi UU KPK dan transisi kepegawaian dan sistem kerja di KPK, termasuk intervensi melalui TWK. Sembilan OTT di KPK di tahun 2020-2021 hampir semuanya ditangani penyidik, penyelidik dan pegawai yang masuk 75 pegawai tidak memenuhi syarat TWK," kata Giri.


RekorOTT KPKpada 2018, yaitu 30 OTT, disebut Giri dikerjakan oleh para pegawai KPK yang seluruhnya masuk daftar 75 orang itu.


"Keberhasilan OTT di tahun 2018, sebagai rekor tertinggi dikarenakan prestasi 9 kasatgas, 5 penyidik dan 17 penyelidik yang masuk daftar 75 pegawai tidak memenuhi syarat TWK," kata Giri.


BACA JUGAFirli Dilaporkan ke Mabes Polri

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan KPK tidak akan terpengaruh dan tidak akan tergantung pada kinerja orang per orang. KPK bekerja sesuai dengan sistem dan ketentuan undang-undang yang berlaku.





"Beberapa kali kesempatan saya sampaikan bahwa mekanisme kerja KPK itu tidak tergantung pada orang per orang. Kita bekerja sesuai dengan sistem, kita bekerja sesuai dengan ketentuan undang-undang," ucapnya.

Firli menegaskan, siapa pun yang ada di KPK memiliki komitmen yang sama untuk memberantas korupsi. "Semangat itu tetap ada sampai hari ini meski tanpa 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK," kata Firli, Kamis, 3 Juni 2021.

Penulis: DR Berita

Editor: admin