Suara Anda

Jadi Kampung Sejahtera

DR Berita
Foto: Istimewa

Warga gotong royong.

DRberita.com | Kampung Sejahtera yang di dalamnya memiliki beragam suku, etnis dan budaya ini adalah salah satu pemukiman padat penduduk yang berada di Jalan Zainul Arifn, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.


Kampung yang berada di tengah Kota Medan, ini sebelumnya dicap sebagai 'Kampung Narkoba', menjadikan kampung tersebut terkesan negatif oleh dunia luar. Adanya peredaran narkoba yang kala itu marak berdampak buruk bagi masa depan anak bangsa yang hidup di kampung ini, saat itu juga rasa kebersamaan antarwarga juga mulai tidak terlihat lagi, rasa ego dan rasa kekeluargaan pun hilang.



Padahal sebelumnya, warga yang tinggal di kampung itu sangat kompak dan rasa persaudaraan sangat kental, disaat adanya salah seorang warga yang meninggal dunia. Seluruh warga berbondong-bondong menyempatkan diri untuk takjiah dan mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.


Baca Juga :Kasatpol PP Medan Tak Bernyali Tertibkan Spanduk Partai di Ruas Jalan Bebas Reklame


Bukan hanya itu saja, ada lagi pemandangan indah terlihat disaat 1 Syawal atau saat hari raya Idul Fitri, seusai melaksanakan sholat id, seluruh warga saling menyambangi rumah warga untuk saling bermaafan, dan disitu terlihat kental sekali rasa kekeluargaan. Itu contoh kecil tentang kampung kubur.


Saat ini kampung kubur sudah kehilangan ruh rasa kebersamaan dan kekompakan akibat masuknya barang haram narkoba. Aktivitas anak muda berbakat dalam dunia olahraga pun seketika hilang, tak terlihat lagi yang positif dilakukan. Padahal, kampung yang notabenenya memiliki segudang prestasi dan pelaku usaha ini pun berubah menjadi kampung yang negatif.



Aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Medan juga sudah berulangkali melakukan pembersihan dan pembenahan kampung itu dan sangking optimistisnya pemerintah melakukan pembenahan, sampai akhirnya kampung tersebut berubah nama menjadi Kampung Sejahtera.


Namun tidak juga berhasil, akibat tidak adanya dukungan dari segenap masyarakat 'Kampung Kubur'. Meski tidak semua warga yang terkecimpung di dunia hitam, dan banyak juga warga yang menginginkan perubahan terhadap kampung itu, sehingga cap jelek itu bisa hilang, dan tidak lagi disandang oleh warga, sehingga generasi bangsa yang tinggal di kampung itu bisa juga dipandang positif.


Baca Juga :Pembunuh Remaja di Perumahan Griya Tanjung Selamat Sudah Ditangkap


Beranjak dari hal itu, segenap warga yang mengatasnamakan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera, bertekad untuk membenahi kampungnya itu untuk menjadikan kampung yang kreatif dan inovatif.



Dengan menyatukan visi dan misi yang bertujuan untuk pembenahan Kampung Sejahtera. Banyak program yang akan dilakukan oleh segenap warga ke depannya, misalnya membenahi kampung dari yang paling gampang, yakni pembersihan sampah dan mengedukasi warga nilai ekonomis dari sampah, dengan mendirikan Bank Sampah.


Program ini juga bertujuan untuk membangkitkan prekonomian warga Kampung Sejahtera. Aecara tekhnis, sampah yang memiliki nilai ekonomis yang dikumpulkan warga akan menjadi pundi-pundi rezeki bagi warga, setelah terkumpul sampah itu, warga akan mendapatkan voucer belanja dari petugas kebersihan, sesuai dengan nilai sampah yang dikumpulkan.


Voucer belanja tersebut tidak bisa diuangkan, namun bisa dibelanjakan untuk keperluan rumah tangga, dan para warga bisa menukarkan di warung makan, kedai kelontong yang ada di dalam kampung itu sendiri, sehingga perputaran uang tidak keluar dan ini dilakukan untuk membangkitkan prekonomian masyarakat di kampung itu sendiri.



Itulah salah satu program jangka panjang yang akan dilakukan oleh Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera ke depannya. Dengan visi misi serta tujuan yang sama, semoga saja semua bisa dijalankan sehingga generasi muda ke depannya dapat hidup lebih baik. Dan masih banyak lagi program lainnya, namun semuanya harus dilakukan secara bersama, tekad yang sama untuk perubahan Kampung Sejahtera.


Baca Juga :Ini Bukti Bandar Narkoba Jimmy Sitorus Pane Dekat Dengan Ayah Walikota Tanjungbalai


Warga sudah memulainya dengan gerakan gotong royong yang menjadi agenda rutin setiap Minggu, semoga rutinitas ini dapat berbuah manis bagi warga.




Oleh: Aminor Rasyid

Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera

Penulis: Prayoga

Editor: Bornok