Suara Anda

HTN: KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut

DR Berita
Foto: Istimewa

Koordinator KontraS Sumut Amin Multazam.

DRberita.com | Memperingati Hari Tani Nasional (HTN) 24 September, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut menganggap konflik agraria ibarat benang kusut yang sulit diurai. Meski pemerintah memiliki kemampuan.


"Konflik agraria semakin menumpuk, sedangkan di sisi lain belum ada pola penyelesaian yang efektif. Pendekatan yang dilakukan masih konvensional, cenderung menyampingkan hak rakyat kecil dan pro pada pemodal-pemodal besar," ungkap Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam, dalam siaran pers, Kamis 24 September 2020.



Sewaktu baru menjabat sebagai gubernur, tepatnya usai rapat paripurna perdana pada 10 September 2018, Edy Rahmayadi, kata Amin, pernah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan konflik agraria dalam jangka waktu setahun. Namun, setelah dua tahun mengemban tanggung jawab sebagai Gubernur Sumut, KontraS menilai persoalan konflik agraria justru semakin mengkhawatirkan.


Baca Juga :Kapolda Sumut Apresiasi Personil dan ASN Sampaikan LHKPN


"Janji Edy menuntaskan konflik dalam waktu satu tahun ibarat jauh panggang dari api," cetusnya.



Amin menyampaikan, dari hasil monitoring sepanjang tahun 2020, KontraS mencatat 30 titik konflik agraria yang terjadi di Sumatera Utara. Jumlah ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mana Kontras mencatat terdapat 23 titik konflik.


Halaman :
Editor: Gmbrenk

Sumber: Pers Rilis