Suara Anda

Catatan Kecil Perjuangan: Selamat Jalan Singa Allah & Muallim Umat Allahuyarham Ustadz Tengku Zulkarnain

DR Berita
Foto: Istimewa

Ahmad Daud dan Ustadz Tengku Zulkarnain

Oleh : Ahmad Daud, Alumni 212


DRberita.com | 1 jam yang lalu saya mendapatkan kabar bahwa Ustadz Tengku Zulkarnain wafat di Rumah Sakit Pekan Baru, masih dalam rangka safari dakwah.


Sekitar 15 tahun yang lalu untuk pertama kalinya saya bertemu dengan beliau di ta'lim khusus syafi'iyah. Ya, beliau adalah ulama pengikut mazhab syafi'i. Dalam ta'lim khusus tersebut beliau memaparkan kerisauannya terhadap perkembangan paham sesat syiah di bumi ahlus sunnah waljama'ah ini.


Beliau sepanjang penulis kenal adalah ulama yang satu kata antara sikap dan langkah. Ketika perjuangan Masjid Al Ikhlash Jalan Timor Medan, beliau berada digaris terdepan. Meski beliau sudah tokoh nasional, tak ada kesungkanan beliau turun mengingatkan gubernur dan pejabat yang berkuasa waktu itu untuk tidak meruishlagh masjid tersebut.


Ketika ada kasus Siyono yang tewas di tangan Densus 88, beliau langsung menyatakan siap ketika kami minta beliau mengisi tabligh akbar atas kasus tersebut.


Beliau juga yang tanpa ragu terus melanjutkan safari dakwah bersama penulis dan para ikhwan di Kota Tebingtinggi dan Batubara, walau banyak intimidasi agar acara tersebut dibatalkan, sebab diframing pihak tertentu karena berdekatan dengan Pilpres 2019.


Saya ingat kata beliau "lanjut aja bang, kalau dilarang di dalam masjid. Kita kumpul di luar masjid". Alhamdulillah acara tersebut berlangsung ramai walau harus berpindah tempat dan di tengah pengawalan ketat para laskar.


Kini umat kehilangan ulama muwahhid syafi'iyahnya yang lurus. Berkurangnya orang alim adalah duka bagi umat ini karena sang pemberi nasehat telah berkurang.


Allahuyarham Ustadz Tengku Zulkarnain adalah ulama yang sangat mencintai negeri ini. Sikap politik beliau dinantikan umat, beliau bukan tipikal ulama penjilat kekuasaan. Ketika kekuasaan itu benar beliau dukung, tapi ketika menyimpang maka beliau paling pertama dan vokal mengkritisinya.


Sungguh umat Islam Sumatera Utara khususnya sangat bersedih. Ulama melayu asal Sumut yang punya gaya khas dalam berdakwah itu telah kembali pada RabbNya dalam keadaan husnul khatimah. Beliau berpulang dalam keadaan dua pahala, syahid karena sakit dan dalam safar dakwah "kamanahsabuhu".


Tinggal kita sekarang ini yang harus khawatir. Jika kita golongan alim maka hendaknya bercermin pada Allahuyarham Ustadz Tengku, bahwa takut hanya boleh pada Allah saja. Jika kita golongan awam maka wajib mengikuti jejak beliau... bahwa amar ma'ruf nahi munkar adalah tugas setiap muslim.


Allahummaghfirlahu wa'afihi wa'fu'anhu... Selamat Jalan Singa Allah!

Editor: admin

Sumber: Rilis