Politik

Vaksin Berdarah di SDN 112259 Guntingsaga, Disdik Labura Enggan Komentar

DR Berita
Poto: Istimewa

Kantor Dinas Pendidikan Pemkab Labura

DRberita.com | Kasus vaksinasi yang mengakibatkan Saiful Adnan (10) murid kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) 112259 Guntingsaga, Kualuh Selatan, Kabupaten Labura, mengalami luka dan berdarah-darah di lengannya, hingga saat ini belum ditindaklanjuti oleh pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan setempat.


Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Labura Irwan Harahap saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 11 Januari 2022, mengaku belum mengetahui kejadian itu. Melalui sambungan telepon, Irwan mengatakan pihaknya belum memonitor seluruh kegiatan vaksinasi di sekolah-sekolah.

BACA JUGA:
Hadir Pengukuhan Profesor Kehormatan Dokter Terawan, AHY Nostalgia di Kampus Unhan

"Persoalan itu belum kita ketahui. Abang masih di jalan pulang dari Marbau, adinda. Nanti kalo sudah di kantor, abang kabari ya," ucap Irwan.

Sangat disayangkan, hingga berita ini ditulis, Irwan Harahap tak kunjung memberikan tanggapan. Terakhir ditanya wartawan tentang tanggapannya, Selasa 11 Januari 2022, sore, Irwan kembali berjanji untuk memberi kabar keesokan harinya.


"Besoklah abang telepon adinda ya," tulis Irwan melalui pesan whatsappnya.


Hingga Rabu 13 Januari 2022 sore, Irwan pun tak kunjung menelepon wartawan sebagaimana dijanjikannya untuk memberikan tanggapannya.


Sebelumnya diberitakan, Saiful Adnan, seorang murid kelas IV SDN 112259 Guntingsaga, mengalami luka luka saat mengikuti vaksinasi di sekolahnya. Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan Saiful mengalami luka hingga berdarah-darah di lengannya.

BACA JUGA:
Seleksi Direktur Operasional Bank Sumut Harus Profesional

Kepada wartawan, Ilham Saiful, orangtua kandung Saiful Adnan mengaku terkejut saat anaknya pulang sekolah dengan kondisi lengan bajunya dipenuhi bercak darah. Saat ditanya, Saiful mengatakan, lengannya berdarah saat disuntik vaksin di sekolahnya.

Terkejut dan jengkel karena anaknya divaksin tanpa sepengetahuannya, Ilham Saiful sempat memposting kejengkelannya ke media sosial facebook, dan sempat viral. Namun belakangan Ilham menghapusnya karena pihak sekolah sudah mengaku salah dan meminta maaf.

Penulis: Darrenz Nababan

Editor: Admin