Politik

Setelah Pandemi Covid-19 Ini Yang Bakal Terjadi

DR Berita
Iluatrasi

Perubahan iklim

DRberita.com | Ketika dunia dihantam pandemi Covid-19, ternyata negara-negara di dunia berserta para ilmuwan saat ini mulai lagi mewanti-wanti persoalan perubahan iklim yang sempat teralihkan sementara, akibat fokus global mengatasi pandemi asal Wuhan, China ini.


Terbaru, dilansir AFP, China yang selama ini dianggap jadi biang kerok kemunculan pandemi Covid-19, justru makin waspada soal perubahan iklim.

Sebab itu Tiongkok akan merilis rencana terbaru untuk mengurangi emisi karbon. Langkah ini sebagai upaya konkret dari Negeri Tirai Bambu menekan masalah perubahan iklim.

Baca Juga :Jika PPKM Berlanjut Ini Yang Bakal Terjadi

Utusan China mengatakan akan merilis rencana terbaru pengurangan emisi karbon itu dalam waktu dekat, menjelang acara global United Nations (UN) Climate Change Conference (COP26) di Glasgow, Skotlandia pada November 2021 mendatang.


"Dalam waktu dekat makalah kebijakan yang relevan akan ada di luar sana, akan ada rencana implementasi terperinci," kata Xie Zhenhua dalam webinar online yang diselenggarakan oleh Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, dikutip AFP, Sabtu 7 Agustus 2021.

"Kemudian kita akan berbicara tentang dukungan itu untuk Konferensi Perubahan Iklim PBB di Glasgow," tambahnya.

Baca Juga :Anak Aceh Sukses di Medan Saat Pandemi Covid-19

Pertemuan COP26 merupakan langkah penting untuk membuat negara-negara di dunia menyetujui jenis pengurangan emisi karbon guna mencegah bencana perubahan iklim.


Di bawah Perjanjian Paris, negara-negara dimaksudkan untuk menyerahkan target iklim 2030 yang diperbarui sebelum COP26. Tetapi hampir setengahnya belum melakukannya, termasuk penghasil emisi global utama seperti China dan India.

Baca Juga :Kepala BNPB Datang ke Medan, Warga Dapat Ribuan Masker dan Sabun

PBB mendorong koalisi global yang berkomitmen untuk nol emisi karbon bersih pada tahun 2050 yang akan mencakup semua negara. China telah mengatakan akan bertujuan untuk netralitas karbon pada tahun 2060.

Perjanjian Paris 2015 mengadopsi janji kolektif untuk membatasi kenaikan suhu permukaan planet pada "jauh di bawah" dua derajat celcius dan batas aspirasi pada 1,5 derajat.

Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: Admin

Sumber: CMBCIndonesia