Politik

PMII Heran Jokowi Ngotot Ingin Naikan Iuran BPJS, Sementara BBM Belum Juga Turun

DR Berita
istimewa

Ketua PKC PMII Sumut Azlansyah Hasibuan.

DRberita.com | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merasa heran dengan pemerintah yang ngotot ingin menaikan kembali iuran BPJS di tengah wabah virus corona (Covid-19). Sementara harga jual BBM belum juga turun.

"Masyarakat lagi susah dan menderita akibat covid-19, jangan ditambahi lagi penderitaan masyarakat ini," ucap Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumatera Utara, Azlansyah Hasibuan, Kamis 14 Mei 2020.

Baca Juga: Pakar Pidana: Berikan Juga Rasa Keadilan Pada Korban Aniaya Adik & Kakak Wagub Sumut

Diketahui, pemerintah ingin menaikan kembali iuran BPJS melalui Perpres Nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan.

Menurut Azlansyah, pemerintah terlihat tidak bijaksana dan tidak peka terhadap kesulitan rakyatnya dimasa pandemi covid-19. Presiden Joko Widodo (JOkowi) terlihat tidak pro rakyat jika tetap menaikkan iuran BPJS. Sebab, keputusan menaikkan iuran BPJS telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).


"Ini (keputusan) sudah pernah dibatalkan oleh MA, kenapa pemerintah langgar? Sebenarnya pemerintah ini mau apa sih, jangan sampai hal seperti ini membuat rakyat tidak percaya lagi nanti terhadap pemerintah," kata Azlansyah.

"Belum lagi persoalan BBM yang belum turun juga harganya. Sementara harga minyak dunia sudah turun dan dibeberapa negara Asia yg sudah menurunkan harga BBM tersebut," sambungnya.

Baca Juga: Taufik Siregar Dilantik PAW Zubeir Lubis di DPRD Madina

Azlansyah menduga, ngototnya pemerintah ingin menaikkan iuran BPJS untuk mengembalikan pendapatan negara yang anjlok akibat penyebaran covid-19. Ia menilai, Jokowi situasi saat ini harus bijak dalam mengambil keputusan agar tak mengorbankan rakyatnya.

"Kita negara yang punya para ilmuwan maju dibidangnya masing-masing. Panggil mereka untuk berdiskusi terkait hal di atas agar menemukan solusi yang terbaik. Sehingga masyarakat juga menikmatinya, bukan malah di masyarakat di cekik atau diperas," demikian Azlan. (art/drb)

Editor: Gambrenk

Sumber: Pers Rilis