Politik

NU & Muhammadiyah Mundur, Apara: Mas Nadiem Ada Apa?

DR Berita
Foto: Istimewa

Mendikbud Nadiem Makarim.

DRberita.com | Koordinator Presedium (Korpres) Aliansi Pemuda Sumatera Utara (Apara) Ilham Fadli mengatakan Nadiem Makarim dalam memimpin Kemendikbud harus banyak evaluasi dan berkolaborasi.

Tidak bisa dalam dunia pendidikan berjalan sendiri. Nadiem Makarim sepertinya harus banyak membaca kembali tentang sejarah.



"Semenjak Mas Nadiem diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Mandat Kementrian Pendidikan dan Budaya terlihat kontroversial terhadap dunia pendidikan saat ini, dunia pendidikan yang kami lihat ini bagaikan modifikasi motor yang dicopot-pasang bak dikatakan sebagai uji coba yang belum diketahui ending-nya seperti apa," ungkap Ilham Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu 22 Juli 2020.

Baca Juga: Kapolda Sumut Musnahkan Barang Bukti Narkoba Jenis Sabu, Ganja, dan Ekstasi

Diketahui, dunia pendidikan Indonesia dilatarbelakangi oleh para tokoh-tokoh
pendidikan di antaranya Ki Hadjar Dewantara, Kartini, Dewi Sartika,
KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan. Dari ke 5 nama ini dianugrahi
oleh Pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Indonesia yang berjasa bagi
pendidikan Indonesia.

KH. Hasyim Asy'ari diketahui juga sebagai
salah satu pendiri organisasi islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdatul
Ulama (NU) dan KH. Ahmad Dahlan juga sebagai tokoh pendiri organisasi
Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah.

Fadli juga mengatakan setiap tindakan yang dilakukan Nadiem Makarim selalu menimbulkan kegaduhan di tengah publik.



"Hari ini Rabu 22 juli 2020, kita dikejutkan kembali oleh 2 organisasi islam terbesar di Indonesia bersamaan menarik diri dari program penggerak kemendikbud. Yang mana selama ini 2 organisasi ini terlibat dalam pelatihan dan penyusun pendidikan Indonesia,tidak ada khawatir tentangnya," katanya.

Baca Juga: Ketua Cabang Bhayangkari Sergai Lulus Pasca Sarjana di STTSU


"Ada apa ini Mas Nadiem? Organisasi penggerak Kemendikbud mundur? Apakah di tubuh Kemendikbud hanya satu suara yang penentu atau tidak ada bagian dari keluarga Mas Nadiem, sehingga dikhawatirkan 2 organisasi islam terbesar ini sangat menghambat misi Mas Nadiem," sambung Ilham Fadli.



Menurut Ilham Fadli, Presiden Joko Widodo harus mengevaluasi Nadiem Makarim sebagai Kemendikbud. "Sebab ini sudah jauh dari 'Indonesia Maju' dan malah bikin gaduh. Beliau bukan seorang profesional dibidangnya," tegas salah satu Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.


(art/drb)

Editor: Bornok