Politik

Menteri Tjahjo Tunda Pembahasan Pensiunan PNS Terima Rp 1 Miliar

DR Berita
Iluatrasi

PNS

DRberita.com | Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengemukakan pemerintah memutuskan untuk menunda lebih lanjut pembahasan skema dana pensiunan PNS yang akan diterapkan dengan jumlah iuran pasti atau fully funded pada tahun 2021 ini.


Lewat aturan ini pensiunan PNS bisa kantongi uang Rp 1 miliar.

"Belum ada pembahasan lagi, konsentrasi Covid dulu," kata Tjahjo seperti dikutip CNBC Indonesia, Minggu 19 September 2021.

BACA JUGA:
Banyak Modus Baru, Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong

Diketahui, skema dana pensiunan yang diterapkan selama ini ialah dengan istilah pay as you go. Rencana perubahan skema pensiunan fully funded memang dilakukan sebagai salah satu langkah untuk memberikan uang pensiunan yang lebih besar kepada para abdi negara yang telah habis masa kerjanya.

Terlebih, skema ini akan mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ini, APBN harus mengucurkan dana sekitar Rp 120 triliun setiap tahunnya untuk pembayaran pensiunan PNS, TNI, Polri yang berjumlah 3,1 juta orang.


Melalui skema pay as you go yang masih berlangsung saat ini, dana pensiunan berasal dari hasil iuran PNS sebesar 4,75% dari gaji yang dihimpun PT. Taspen, ditambah dengan kontribusi dari kas keuangan negara atau APBN.

BACA JUGA:
Aktivis 98 Desak Menteri Bahlil Cabut Izin Usaha Regal Springs

Sementara itu, jika menggunakan skema fully funded, uang pensiunan yang diterima PNS akan lebih besar karena iuran yang dikenakan adalah persentase dari take home pay (THP) yang jumlahnya lebih besar.


Skema fully funded selain diambil dari persentase THP, pembayarannya juga akan dibayarkan patungan antara PNS dan pemerintah sebagai pemberi kerja.

Sehingga dengan skema fully funded ini, bukan tidak mungkin pensiunan yang diterima PNS lebih besar. Bahkan, catatan KemenPAN RB pegawai Eselon I di kementerian bisa mendapatkan pensiunan hingga Rp 20 juta per bulan.

Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: Admin