Politik

Masalah PPDB, Abyadi: Ini harus ditelusuri oleh Gubernur

DR Berita
DRberita

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

DRberita.com | Satu hari ini, Ombudsman banyak mendapat laporan, baik melalui telepon maupun melalui media sosial, mengenai keluhan soal PPDB tingkat SMA yang hari ini diumumkan. Tidak hanya dari Kota Medan, tapi juga datang dari beberapa daerah di Sumut. Seperti Simalungun, Kisaran dan lainnya.

"Ini menggambarkan PPDB tahun 2020 ini syarat dengan masalah. Beberapa isu masalah yang dilaporkan seperti ada dugaan kecurangan dalam sistem zonasi," ungkap Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut Abyadi Siregar dalam keterangan persnya, Senin 29 Juni 2020.

"Ada yang jarak rumah dengan sekolah lebih dekat tidak lulus, tapi ada yang jaraknya lebih jauh justru lulus," sambung Abyadi.

Baca Juga:
Konser Khitanan: Polisi Akan Periksa Raja dan Ratu Dangdut


Kemudian, kata Abyadi, ada yang melaporkan bahwa ada yang diduga tiba-tiba rumahnya pindah dekat sekolah. Diduga ini bisa terjadi karena ada permainan dalam Surat Keterangan Domisili. "Jadi, diduga ada maen dalam Surat Keterangan Domisili," tegasnya.

Sukses modus permainan ini bisa saja terjadi karena ada oknum-oknum di Disdik Sumut selaku panitia PPDB, yang memberi informasi celah kepada masyarakat untuk lulus melalui jalur zonasi.

Halaman :
Editor: Gambrenk