Politik

Kasihan, 16 Bulan Nakes RSUD di Sumut Belum Terima Insentif Covid-19

DR Berita
Istimewa

RSUD Padangsidimpuan

DRberita.com | Sudah setahun lebih atau tepatnya 16 bulan para tenaga kesehatan (nakes) RSUD Kota Padangsidimpuan, Sumut, belum menerima insensif dana penanganan corona virus (Civid-19).

"Kasihan mereka (Nakes), sudah 16 bulan atau 1 tahun lebih sepanjang pandemi Covid-19 di Kota Padangsidimpuan ini para nakes belum terima insentif," ungkap Dirut RSUD Kota Padangsidimpuan, Masrip Sarumpaet, Sabtu 31 Juli 2021.

Baca Juga :China Akan Bangun Pangkalan Militer di Indonesia, Ini Kata Anggota DPR RI

"Iya, memang belum ada penyelesaian masalah insensif itu," sambungnya.

Alasan belum dibayar, kata Masrip, karena pada tahun 2020 insensif nakes menggunkaan anggaran dari Dipa Kementerian Kesehatan, dan ditahun itu juga ada dua direktur rumah sakit yang menjabat sebelum dirinya dilantik pada Maret 2020.

Baca Juga :Bareskrim Polri Tangkap 8 Tersangka Pinjol Bodong, 2 Orang dari Medan

"April ke Juli, Dirutnya Tetty yang masa itu dananya senilai Rp 1,2 milliar dan Agustus 2020 ke Maret 2021 Dirutnya Sofyan Subri juga Kadis Kesehatan dengan jumlah Rp 2,7 milliar. Jadi untuk pembayaran di masa jabatan itu mungkin masih ada kendala kenapa tidak dibayarkan," kata Masrip.


Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kota Padangsidimpuan Ellyati mengatakan masalah ini akan menjadi pertanyaan menjelang KUA-PPAS, mengingat sudah sejauh apa serapan anggarannya pada Rumah Sakit Padangsidimpuan.

Baca Juga :KPK Terbitkan Red Notice Interpol Tersangka DPO Harun Masiku

"Kita akan coba menginvestigasi selaku tugas pengawasan anggaran terkait belum dibayarkan insensif sejak April 2020 hingga Juli 2021 kepada tenaga kesehatan penanganan virus corona di Kota Padangsidimpuan," katanya.


"Nanti kita cari tahu apa masalahnya, mulai dari daftar tenaga kesehatan yang honorer hingga yang ASN, dan aturan pemerintah terhadap keterlambatan pencairan dana insensif nakes ini," tutup Ellyati.

Penulis: Arief

Editor: Admin