Politik

Kalung Antivirus Corona, Politikus PDIP Minta Kementan Koordinasi Dengan Kemenkes dan GTPP

DR Berita
Foto: Istimewa

Rahmad Handoyo.

DRberita.com | Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta agar Kementerian Pertanian (Kementan) fokus pada tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), yakni pendistribusian pangan, stabilitas harga pangan, dan menjami stok pangan.

Terkait inovasi kalung antivirus corona yang akan diproduksi massal oleh Kementan, Politikus PDIP ini meminta agar Kementan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Intinya fokus pada tugas pokok dan fungsi dari Kementan terkait dengan pangan, peternakan dan lain-lain. Kalau soal covid ayo sama-sama perang melawan covid, seluruh pihak. Di bidang pertanian ayo lawan corona dengan menyediakan pangan yang tersedia, stok tersedia, harga pangan yang tersdia, dan kesejahteraan petani juga tetap terjamin," kata Rahmad, Senin 6 Juli 2020.

Baca Juga:
Demo Gayang Komunis di Medan, Sekjen PDIP Dilaporkan ke Polisi

Ia menilai lucu jika Kementan ikut mengurusi pembuatan obat. Karena itu, ia berharap agar Kementan bisa menyerahkan hal terkait pembuatan obat kepada stakeholder yang ada.

"Tapi kalau (Kementan) ternyata membuat obat, berhasil untuk pembuatannya, serahkan kepada stakeholder yang berkaitan dengan ini bukan kepada Kementan," ungkapnya.


Kendati demikian, politikus PDIP tersebut mengapresiasi upaya Kementan yang ikut memikirkan penyelesaian Covid-19. Menurutnya, gotong royong sangat diperlukan di tengah situasi saat ini.

Baca Juga:
Anak NKRI Tak Mau RUU HIP Sekedar Ditunda, Harus Dicabut!

"Ayo bergotong royong tangani covid tapi sesuai dengan tupoksinya. Kalau Kementan ya bagaimana tupoksinya untuk tetep terjaga stok pangan di masa pandemi, harga pangan tetap terjaga, kemudian kesejahteraan dari sisi pertanian terjaga, itu menjadi salah satu kata kuncinya. Silakan berpikir tapi sesuai tupoksinya," ungkapnya.


Beberapa waktu lalu Kementerian Pertanian resmi meluncurkan inovasi antivirus berbasis eucalyptus. Itu merupakan hasil inovasi Balitbangtan dan telah berhasil mendapatkan hak patennya.

Kementan juga menggandeng PT Eagle Indo Pharma untuk pengembangan dan produksinya secara massal. Penandatanganan perjanjian Lisensi Formula Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus antara perwakilan Balitbangtan dan PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) dilaksanakan di Bogor pada pertengahan Mei 2020.


(art/drb)

Editor: Bornok

Sumber: Republika.co.id