Politik

Kader Demokrat di Medan Siap Tempur Kawal AHY

DR Berita
Foto: Istimewa

Ketum AHY

DRberita.com | Penghiatan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus segera diakhiri. Penghianatan sudah sangat jelas dilakukan sejumlah kader yang mempunyai ambisi untuk merusak nama baik partai.


AHY harus melakukan langkah cepat untuk menyelesaikan kader yang terlibat rencana kudeta dan diduga menerima uang suap Rp 100 juta dari Moeldoko melalui Jhoni Alen Marbun (JAM).



Kader Partai Demokrat di Kota Medan Tengku Aswad memastikan ada sejumlah kader di Sumut dan Medan yang terlibat rencana kudeta tersebut.


BACA JUGA :Satgas Covid Diminta Tindak Royal Condotel Medan Diduga Langgar Protokol Kesehatan


"Ketum AHY harus segera menertibkan kader-kader penghianat itu. Kader di Medan siap tempur mengawal sikap tegas AHY," kata Kader Partai Demokrat Tengku Aswad di Medan, Sabtu 6 Februari 2021.



Gerakan rencana kudeta yang dibuat kader- kader penghianat tersebut sudah tidak bisa diterima. Langkah cepat pemberian sanksi partai harus segera diberlakukan. Itu sangat pantas diberikan.


"Khusus Medan, umumnya di Sumut, kabarnya ada 8 orang yang bertemu di kamar hotel di Jakarta. Ada juga yang titip nama mendukung. Jika ada kader partai yang terbukti ikut rencana kudet dan menerima uang Rp 100 juta dari Moeldoko, harus mendapat sanksi tegas dari DPP secepatnya. Partai Demokrat harus menunjukan power, yang benar harus dipertahankan, yang salah meski banyak uang harus dibuang. Jangan kasus rencana kudeta ini menjadi objek politik oknum, karena dalam waktu dekat akan dilaksanakan Musda Sumut dan Medan," tandas Tengku Aswad.



Aswad memastikan Ketua Umum AHY sudah memegang semua bukti-bukti kader-kader yang terlibat rencana kudeta dan menerima uang suap Rp 100 juta.


BACA JUGA :Ayah Wakil Gubernur Sumut Akan Sumbang Rp 50 Miliar Untuk Menara Masjid Agung Medan


"Demi kebaikan Partai Demokrat, atas nama pribadi dan kader, saya meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan PPATK untuk mengusut dugaan suap Rp 100 juta yang diterima para kader penghianat itu," tegas Tengku Aswad.




art/drb

Penulis: Arief

Editor: admin