Politik

Kabupaten Mandailing Natal Juara 1 Desa Tertinggal se Sumut

DR Berita
Foto: Istimewa

Wirman Nasution.

DRberita.com | Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa mengeluarkan Keputusan tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa.


Keputusan Nomor 201 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 30 Tahun 2016 Tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa tersebut melampirkan Status Desa Berdasarkan Indeks Desa Membangun.



Untuk Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) adalah kabupaten dengan Status Desa Tertinggal terbanyak di Sumut. "Dari 377 desa, 204 desa berstatus T

tertinggal di Madina," ungkap Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pantai Barat Mandailing - Kota Padangsidimpuan (HMPBM-Kopasid), Wirman Nasution dalam keterangan tertulis, Sabtu 14 November 2020.


Baca Juga :Diperiksa Polda, Kajari Toba Dilaporkan ke Kejagung, PPATK dan KPK


“Madina juara 1 desa tertinggal di Sumut, itu data Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Dikeluarkan pada Juli tahun lalu," sambung Wirman.


Pemuda yang kerap mengkritisi Ketua DPRD Madina itu mengatakan bahwa banyaknya desa tertinggal di Kabupaten Mandailing Natal merupakan jawaban atas visi kepala faerah periode terakhir tersebut. Sebagaimana diketahui Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal periode 2016-2021 diduduki oleh Dahlan Hasan Nasution dan Ja'far Sukhairi Nasution.


"Ini adalah salah satu jawaban atas capaian visi Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021. Dari awal visinya adalah mewujudkan Madina yang berkedaulatan pangan, mandiri ekonomi, sehat, cerdas, didukung sarana prasarana, infrastruktur yang kuat serta masyarakat yang religius dan berbudaya. Status kemajuan dan kemandirian Desa ini dinilai dari tahun 2016 sampai 2019. Itulah yang terjadi, dari total 377 desa di Madina, 204 berstatus tertinggal dan 62 desa berstatus sangat tertinggal. Tidak ada desa berstatus mandiri, hanya 10 desa yang berstatus maju dan 101 desa berstatus berkembang," jelas Wirman.



Untuk diketahui, dalam Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indek Desa Membangun, disebutkan Desa Tertinggal adalah adalah Desa yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, tetapi belum atau kurang pengelolaannya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa, kualitas hidup manusia serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuk.


Untuk wilayah pantai barat Kabupaten Mandailing Natal, yaitu Kecamatan, Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Sinunukan, Batahan, Natal dan Muara Batang Gadis. Kondisi status Desa ini sangat memperihatinkan.



"Wilayah pantai barat memperihatinkan, dari total 377 Desa di Madina, 138 ada di Pantai Barat. Dari 138 Desa yang ada di pantai barat tersebut, 57 Desa bestatus Tertinggal dan 29 Desa Sangat Tertinggal. Artinya, 63 persen Desa yang ada di Wilayah Pantai Barat itu tidak berkembang. Padahal wilayah pantai barat itu penyumbang terbesar pendapatan daerah," lanjut Wirman.


Baca Juga :Satgas Covid Sumut Siap Biayai Swab Tahanan Sebelum Dikirim ke Lapas


Terkait penyebab banyaknya desa yang berstatus tertinggal, Wirman mengatakan bahwa hal demikian terjadi diakibatkan oleh pengelolaan dan kebijakan yang tidak tepat sasaran oleh pemerintah daerah.



"Status kemajuan dan kemandirian Desa itu dinilai dari Indeks Desa Membangun (IDM) berdasarkan Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016. IDM ini adalah terusan dari Data Potensi Desa Tahun 2014 yang diberlakukan sebagai baseline Data Dasar Pembangunan Desa. IDM adalah indeks komposit yang dibentuk dari indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi desa. Jadi, ketika desa tidak maju-maju, berarti ada yang salah dengan pengelolaan atau kebijakan yang terkait dengan ketiga indeks tersebut," ujar Wirman.


"Intinya, saat ini dari 377 Desa yang ada di Madina, 71 persen diantaranya belum berkembang (Tertinggal dan Sangat Tertingal). Ini adalah bagian dari jawaban utama atas capaian Visi Bupati dan Wakil Bupati Madina Periode 2016-2021," tutup Wirman.




art/drb

Editor: Bornok

Sumber: Pers Rilis