Politik

HIMMAH Dukung Mendagri Desak KPU dan Bawaslu Diskualifikasi Paslon Langgar Prokes

DR Berita
Foto: Istimewa

Saibal Putra.

DRberita.com | Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH) mendukung Menteri Dapam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendesak KPU dan Bawaslu tegas mengambil keputusan untuk mendiskualifikasi Bapaslon yang melanggar protokol kesahatan (prokes) pada masa pendaftaran.


"Saya mendukung Mendagri yang selalu mengingatkan untuk mematuhi aturan sebagai bentuk komitmen, ikut membantu menyelamatkan jiwa masyarakat dari sebaran wabah Covid-19. Dan meminta KPU dan Bawaslu menindak tegas bakal pasangan calon yang tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. Sanksi tegas itu berupa didiskualifikasi dari kontestasi Pilkada serentak 2020," ujar Wakil Ketua Umum PP HIMMAH Saibal Putra, dalam keterangan tertulis, Rabu 9 September 2020.



Baca Juga :KAUM Kecewa ke Polda Sumut


Protokol kesehatan bagi bapaslon, kata Saibal, sebetulnya sudah tercantum pada PKPU Nomor 6 tahun 2020. Dalam pasal 50 ayat 3 berbunyi pendaftaran bapaslon hanya dihadiri oleh ketua atau sekretaris partai politik pengusul bapaslon.


"Ketentuan Lain juga tertera dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020 sudah diatur ketentuan pendaftaran bakal pasangan calon harus memperhatikan protokol kesehatan. Dalam Pasal 50 ayat 3 PKPU Nomor 6 Tahun 2020, pendaftaran bapaslon hanya dihadiri oleh ketua dan sekretaris partai politik pengusul dan atau bapaslon perseorangan," jelasnya.



"Aturannya kan sudah jelas tercantum dalam PKPU,tidak boleh memobilisasi masa, tapi fakta dilapangan sangat berbeda,saya melihat hampir seluruh bapaslon khususnya di Sumatera Utara melanggar aturan tersebut,jadi diskualifikasi saja," sambung Saibal.


Baca Juga :2 Hari KPK Masuk ke BPKAD dan Inspektorat Sumut


Diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat jumlah kasus virus Corona di Indonesia sudah tembus 200 ribu kasus. Hari ini, ada tambahan sebanyak 3.046 kasus. Data dari Kementerian Kesehatan, Selasa September 2020, jumlah kasus kumulatif sebanyak 200.035.




art/drb

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Bornok