Politik

Edy Blak-blakan Sebut Sumut Peringkat ke 2 Daerah Terkorup

DR Berita
Foto: Istimewa

Gubsu Edy Rahmayadi

DRberita.com | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi blak-blakan menyebut Sumut peringkat ke 2 daerah terkorup. Sebelumnya Provinsi Sumut peringkat ke 3 daerah terkorup di Indonesia.



"Saat ini Sumatera Utara yang kemarin ranking tiga terkorup, sekarang naik meningkat menjadi ranking kedua terkorup," kata Edy dalam sambutannya saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Nias, di lantai 2 Kantor Gubsu, Kamis 10 Juni 2021.


BACA JUGA :Dugaan Korupsi 2 OPD Sumut dan 1 Labusel Diserahkan ke Kejatisu
BACA JUGA :Pimpinan KPK Cengeng Seperti Anak Kecil

Edy pun mengingatkan kepala daerah yang dilantik untuk bekerja dengan baik karena diawasi oleh beberapa instansi seperti polisi, jaksa dan BPK RI Perwakilan Sumut.



"Tolong diperhatikan kenaikan ini (ranking ke 2 terkorup), saya betul-betul saya sampaikan ini," ujarnya.



Kepala daerah di Sumut yang terpilih hasil Pilkada serentak 2020, lanjut Edy, tidak menjadikan besarnya biaya politik sebagai alasan untuk melakukan korupsi.


BACA JUGA :Politisi Demokrat Usul Polisi, Jaksa, dan Kemenkum HAM Juga TWK Seperti KPK
BACA JUGA :Bank Sumut Dukung Kejatisu Proses Hukum Kredit Fiktif Rp 31,6 Miliar

"Ongkos politik memang besar, tapi itu bukan jadi alasan untuk mengambil uang rakyat. Tadi sudah saya sampaikan jangan memperkaya diri, jangan memperkaya orang lain, dan jangan mengambil uang negara," pesannya.


Edy mengatakan banyak kepala daerah yang sudah menjabat lupa dan akhirnya melakukan perbuatan yang mengarah pada tindak pidana korupsi. Ia pun mengakui dalam perhelatan pesta demokrasi membutuhkan biaya besar sebagai ongkos politik.



Namun tidak ada alasan yang membenarkan mencari keuntungan dalam kebijakan untuk mengembalikan ongkos politik, apalagi dengan cara menyelewengkan uang rakyat.



"Tidak ada alasan apa pun (mengembalikan ongkos politik) untuk itu, sama saya juga cost politik ada, tetapi harus saya lakukan (tidak korupsi), karena itu uang rakyat," tegas Edy.



Saat ini kata Edy masih adanya kepala daerah yang melakukan korupsi karena tidak diingatkan oleh wartawan. Di bahkan menyebut akan lupa jika tidak diingatkan.


"Kenapa kepala daerah itu korupsi karena wartawan tidak mengingatkan bupati dan wakil bupati. Saya pun kalau gak diingatkan wartawan, bisa lupa," tukasnya.


BACA JUGA :Edy: Afifi Lubis Jangan Terpengaruh Mulut Manis Jajaran Direksi PDAM Tirtanadi
BACA JUGA :Baguna PDIP Desak Polda Sumut Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi BOT PDAM Tirtanadi
BACA JUGA :Kasus Dugaan Korupsi BOT PDAM Tirtanadi Belum SP3

Halaman :
Penulis: DR Berita

Editor: admin