Politik

DPP Partai Demokrat Sudah Kantongi Aktor Intelektual Demo GPPD di Jakarta

DR Berita
Poto: Istimewa

Demo massa GPPD di Kantor DPP Partai Demokrat

DRberita.com | DPP Partai Demokrat tengah menyelidiki aktor intelektual di balik demo massa GPPD di Jakarta, Selasa 2 Agustus 2022. DPP Partai Demokrat telah mengantongi beberapa nama diduga donatur demo.

"Sedang diselidiki siap donatur yang demo di Kantor DPP kita ini. Sudah ada beberapa nama yang dikantongi, masih dikembangkan lagi. Jika terbukti mereka aktor intelektualnya, langsung dipecat ketum mereka," ucap sumber salah satu petinggi di DPP Partai Demokrat.


Namun sumber masih menolak beberapa nama yang sudah dikantongi dan dicurigai sebagai aktor intelektual demo GPPD tersebut.

BACA JUGA:
Didik Mukrianto Jadi Plt Ketua DPD Partai Demokrat Kepri

"Belum bisa dibuka namanya. Sabar dulu ya, nanti ketahuan juga siapa mereka mereka itu. Jelas tak jauh jauh dari yang di Sumut itu semua," cetusnya.

Sebelumnya, puluhan massa Gerakan Penyelamat Partai Demokrat (GPPD) dari Sumatera Utara, melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa 2 Agustus 2022 pagi.


Massa membawa 5 nama calon yang kalah di Muscab DPC Partai Demokrat di Sumut, yaitu;


Calon Ketua DPC Kabupaten Dairi atas nama Markus Wilter Purba memperoleh suara 11 (sebelas) melawan 5 (lima).


Calon Ketua DPC Kabupaten Serdang Bedagai atas nama Labuhan Hasibuan memperoleh suara 16 (enam belas) melawan 4 (empat).

Calon Ketua DPC Kabupaten Batubara atas nama Wan Helmi memperoleh suara 9 (sembilan) melawan 4 (empat).

BACA JUGA:
AHY Bertemu 2 Pejabat U.S Embassy Bahas Hubungan Bilateral Indonesia dan AS

Calon Ketua DPC Kabupaten Paluta atas nama Rico Rivai Siregar memperoleh suara 9 (sembilan) melawan 4 (empat).


Calon Ketua DPC Kabupaten Simalungun atas nama Elias Barus memperoleh suara 20 (dua puluh) melawan 10 (sepuluh).

Sasaran kemarahan dari massa pendukung calon kalah Musca DPC Partai Demokrat di Sumut itu adalah Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Koron. Mereka meminta Herman Keron bertanggungjawab atas kekalahan 5 calon tersebut.

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Admin