Politik

Dosen Minta Rektor Batalkan Hasil Seleksi Dosen Tetap Non PNS UINSU

DR Berita
Istimewa

Suheri Harahap

DRberita.com | Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Suheri Harahap meminta Rektor Prif. Syahrin Harahap membatalkan hasil seleksi penerimaan Dosen Tetap Non PNS Badan Layanan Umum (BLU) tahun 2021. Suheri menduga terjadi banyak kejanggalan terkait sistem rekruitmen dosen tersebut.


"Ada berbagai kejanggalan dalam perekrutan dosen ini. Kuat dugaan panitia seleksi (pansel) memiliki kepentingan pribadi," kata Suheri Harahap di Medan, Jumat 3 Desember 2021.

Sebagaimana diketahui, Wakil Rektor (II) Hasanah Nasution merupakan Ketua Pansel Penerimaan Dosen Tetap Non PNS BLU UINSU tahun 2021. Pada seleksi penerimaan dosen, kata Suheri, diduga sarat KKN karena diterimanya anak WR2 sebagai dosen, padahal yang bersangkutan belum memiliki ijazah resmi karena baru lulus S2 dari USU.

BACA JUGA:
48 Calon Anggota KPU dan Bawaslu Lolos, Ini Daftra Namanya

Hal itu diketahui berdasarkan Surat Edaran Rektor UINSU Nomor: B-4165/Un. 11.R/B.1.10/HM.00/11/2021 tanggal 15 Nopember 2021 tentang Pengumuman Dosen Tetap Non PNS BLU UINSU tahun 2021 yang ditandatangani Rektor Prof. Syahrin Harahap.

"Kami khawatir bentuk penerimaan ini mengurangi kualitas dan mengganggu pembelajaran yang sumber tenaga pendidiknya belum berpengalaman," kata Suheri.


Berdasarkan syarat administrasi yang tertulis pada point 4, lanjut Suheri, pendaftar harus memiliki ijazah dan transkrip nilai. Juga terdapat pula tambahan agar pendaftar memiliki Surat Keterangan Telah Lulus (SKTL).


"Tambahan SKTL ini tidak ada sebagai syarat administrasi pada penerimaan dosen di perguruan tinggi lain. Kenapa harus dipaksakan harus ada SKTL. Kecurigaan ini terbukti dengan lulusnya anak WR2 yang baru lulus S2 namun belum memiliki ijazah kelulusan. Padahal masih banyak lulusan S2 atau S3 UINSU yang lebih baik dan memiliki pengalaman mengajar dan sudah lama mengabdi di UINSU atau perguruan tinggi lain," katanya.


Suheri menduga Ketua Pansel Hasanah Nasution yang juga WR2 UINSU terlibat mempengaruhi hasil seleksi. "Jika ini terbukti, ini kurang sehat dalam dunia akademik dan perekrutan dosen tetap Non ASN BLU UINSU," katanya.

BACA JUGA:
Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek UINSU Sampai di Kejagung

Suheri berharap Rektor UINSU Prof. Syahrin Harahap merespon aspirasi yang berkembang termasuk tuntutan berbagai elemen yang ada. "Kita mendorong agar yang merasa dirugikan atas seleksi itu bisa melaporkan kecurangannya, dan menggugatnya lewat jalur hukum," tandasnya.

Suheri juga berharap rektor mampu berlaku arif dan bijaksana, memikirkan masa depan kampus agar tidak terciderai oleh oknum yang merusak citra UINSU. Kecurigaan lainnya, hasil seleksi penerimaan dosen tetap non PNS tersebut belum ditandatangani rektor. "Jadi kesannya tergopoh-gopoh," katanya.


Suheri mengatakan sangat mendukung program rektor menuju kampus yang bermartabat, insan akademis yang berdaya saing. "Tapi sistem penerimaan dosen tetap non PNS ini jangan sampai dijadikan ajang KKN dan 'titipan' dari oknum oknum tertentu. Penerimaan dosen ini harus transparan dan menguatkan kebutuhan formasi bidang keilmuan," katanya.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin