Politik

Debat Kebangsaan: Ketua KPK Mangkir dari Undangan HMI

DR Berita
Foto: Istimewa

PB HMI

DRberita.com | Debat kebangsaan yang difasilitasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Bidang Pembangunan Demokrasi Politik & Pemerintahan harus berujung kekecewaan.



Debat kebangsaan yang direncanakan "head to head' antara PB HMI dan KPK RI pada Sabtu 11 Juni 2021, di lantai II Sekertariat PB HMI, Jalan Sultan Agung, tidak dihadiri Ketua KPK Firili Bahuri.


Baca juga :DPRD Palas Jangan Abaikan Keputusan Bersama 20 Desa Tolak Perambahan Hutan


Ketua panitia debat kebangsaan, Fahris mengaku telah melayangkan undangan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri untuk datang menghadiri debat yang diprakarsai PB HMI.



"Sedari awal kami sudah memberi undangan untuk bapak Firli, setalah itu kami tegaskan lagi lewat konfirmasi kami pada Jumat malam, namun tidak direspon. Walaupun tidak direspon kegiatan debat tetap kami gelar, dan seyogyanya acara harus dimulai pukul 13.00 Wib. Akan tetapi kami menghargai undangan yang telah kami layangkan, maka kami harus menunggu Ketua KPK sampai dengan pukul 15.45 wib. Namun tidak kunjung tiba," kata Fahris.


Baca Juga :Berada di RTH, SPBU Sudirman "Jantung" Kota Medan Diusul Tutup


Menurutnya, tujuan debat kebangsaan yang dibuat PB HMI sebenarnya untuk memberikan atensi kepada KPK agar menyudahi polemik TWK pegawai dalam masa peralihan status menjadi ASN.


Ketua PB HMI Bidang Pembangunan Demokrasi Politik & Pemerintahan, Ilham Fadli mengatakan kehadiran Ketua KPK Firli Bahuri sebenarnya adalah wujud dari komitmen kebangsaan. Namun sayang Firli tidak datang.


Duduk bersama dengan mahasiswa ini adalah untuk meluruskan agar rakyat Indonesia tidak lagi runtuh empatinya terhadap lembaga anti rasuah.



"Bagaimana kita yakin bahwa lembaga anti rasuah (KPK) yang dipimpin Firli Bahuri mampy membrantas korupsi di Indonesia, kalau acara kebangsaan saja dia tidak hadir," cetus Ilham.



Berdasarkan kajian internal PB HMI, kata Ilham, mangkirnya Ketua KPK dari undangan debat kebangsaan secara tidak langsung menegaskan bahwa polemik KPK sengaja tidak ingin diselesaikan.


Baca Juga :Tipikor Harus Tetapkan Mantan WR2 UINSU Jadi Tersangka Untuk Lengkapi Berkas ke Kejati Sumut
Baca Juga :Terungkap, Karcis Parkir di Kota Medan Sudah Kadaluarsa


"Padahal kami berharap Ketua KPK hadir dalam debat kebangsaan ini untuk merununkan tensi masalah yang terjadi, sembari sama sama memberikan solusi kongrit untuk mengembalikan KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi yang independen di tengah mengakarnya budaya korupsi dan memulihkan kondisi KPK seperti sedia kala. Tentu ini, adalah effort kami dari PB HMI untuk melakukan fungsi controling agar KPK tetap berpegang pada aemangat kelahirannya di era reformasi," kata Ilham.

Penulis: Muhammad Artam

Editor: admin