Politik

Data Vaksinasi Covid-19 di Labura Sumut Diduga Manipulatif

DR Berita
Poto: Darrenz

Screnshot peduli lindungi.

DRberita.com | Data vaksinasi Corona Virus Dessease (Covid-19) di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, diduga sengaja dimanipulasi.


Dugaan manipulasi data ini menguat setelah ditemukannya sejumlah warga yang tidak pernah menjalani vaksinasi untuk dosis ketiga, namun ketika dilakukan pengecekan di aplikasi pedulilindungi, yang bersangkutan dinyatakan telah mengikuti vaksinasi dosis ketiga.


N. Siregar, warga Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, dengan tegas menyatakan dirinya tidak pernah mengikuti vaksinasi dosis ketiga (booster).

Saat datanya dicek di aplikasi pedulilindungi, ia dinyatakan telah melakukan vaksinasi dosis ketiga dan dapat mengunduh sertifikatnya.

BACA JUGA:
Sambut May Day, Buruh di Sumut Dapat Vaksin dan Sembako

"Saya tidak pernah divaksin untuk ketiga, makanya heran kalau data saya disebut sudah vaksin ketiga," ujarnya kepada wartawan, Sabtu 30 Juli 2022.


Senada juga diutarakan W. Nababan. Ia juga mengaku tidak pernah mengikuti vaksinasi dosis ketiga. Nababan menduga bahwa data-datanya sudah dimanipulasi oleh petugas yang menangani program vaksinasi.

Saat dugaan manipulasi data vaksinasi Covid-19 ini dikonfirmasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Labura, Jannah, MM, Kepala Dinas memilih untuk bungkam. Pesan whatsapp berisi pertanyaan yang dikirimkan kepadanya, meski centang biru, tidak mendapat balasan.


Padahal sebelumnya, mengutip dari salah satu surat kabar harian terbitan Kota Medan, Jannah menjelaskan, persentase vaksinasi dosis ketiga atau booster sudah mencapai angka 32,8% atau sebanyak 94.820 orang.

BACA JUGA:
Dukung Program Labura CSR, ASN Kristen Bentuk Gerakan "Tali Asih"

Sedangkan untuk dosis 1 sebanyak 280.618 (92,2 %) dan dosis kedua 240.037 (83,2%).


"Dengan capaian 32,8% itu, persentase minimal yang diminta. Alhamdulillah telah tercapai," kata Jannah, sebagaimana dikutip dari laman digital Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) terbitan 29 Juli 2022.

Sementara juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19, dr. Pariyanti, hingga berita ini memasuki tenggat penayangan, juga tak merespon pertanyaan konfirmasi yang dikirimkan ke akun whatsappnya.


Untuk diketahui, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 tahun 2022, sejak 5 Juli hingga 1 Agustus 2022, Kabupaten Labura berada dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Ini berarti masyarakat masih harus menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktvitas sehari-hari.

Penulis: Darrenz Nababan

Editor: Admin