Politik

Bupati Labura: Anggota DPRD Bukan "Manusia Super"

DR Berita
Poto: Darrenz

Wakil Bupati Labura Samsul Tanjung.

DRberita.com | Terkait pelaksanaan tugas, fungsi, dan wewenang dewan, harus dipahami bahwa anggota DPRD bukanlah "manusia super" yang mampu melakukan segala-galanya. Mewujudkan segala harapan masyarakat yang diwakilinya dengan kompetisi dan latar belakang yang berbeda.

Demikian disampaikan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Hendriyanto Sitorus dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Samsul Tanjung pada acara pengambilan sumpah/janji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pengganti antar waktu (PAW) dari Partai Amanat Nasional (PAN), Jhony Efendi Siahaan di Gedung Dewan, Aek Kanopan, Jumat 14 Januari 2022.

BACA JUGA:
Relawan Pertanyakan Urgensi Dibukanya Kembali Ekspor Batubara

Jhony Efendi Siahaan dilantik menggantikan Giat Kurniawan yang tersandung kasus kepemilikan narkotika jenis ekstasi. Giat ditangkap bersama beberapa orang anggota DPRD lainnya saat sedang dugem di ruang karaoke salah satu hotel di Kota Kisaran, Asahan.

Oleh Pengadilan Negeri Kisaran, Giat Kurniawan divonis pidana penjara selama enam (6) bulan dan wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial di Badan Narkotika Nasional (BNN) Deli Serdang.


Lebih jauh, Hendriyanto juga menekankan anggota DPRD harus dilihat pada dua perspektif. Yang pertama, anggota DPRD harus objektif dan rasional. Tidak bermimpi yang berlebihan akan hadirnya perbaikan dan perubahan yang instan. Karena anggota dewan bekerja secara kolektif dan kolegial.


Kedua, meski masyarakat hanya menempati posisi sebagai "penonton", bukan berarti hanya berdiam diri dan bersifat pasif terhadap proses pembuatan kebijakan, melainkan dituntut sikap yang selalu peduli terhadap dinamika yang terjadi, agar anggota dewan sebagai wakil rakyat benar benar melaksanakan fungsi keterwakilan atau representasi sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.

BACA JUGA:
Hadir Pengukuhan Profesor Kehormatan Dokter Terawan, AHY Nostalgia di Kampus Unhan

"Tentu kita pahami, bahwa ruang kebebasan dalam demokrasi bukan untuk pemaksaan kehendak, ruang kebebasan dalam demokrasi harus digunakan untuk menyemai semangat saling menghargai, bukan untuk membunuh nilai nilai demokrasi dengan pemaksaan kehendak. Membangun kehidupan demokrasi adalah merajut kebersamaan dalam keberagaman, mengelola kekuasaan dan kepentingan tanpa pemaksaan, melainkan melalui jalan konsensus untuk kepentingan yang lebih besar," ujar Samsul Tanjung, membacakan sambutan tertulis Bupati Labura, Hendriyanto Sitorus.

Tampak hadir dalam acara pengambilan sumpah/janji PAW anggota dewan tersebut sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Labura.

Penulis: Darrenz Nababan

Editor: Admin