Politik

Buntut Tabrakan Maut Sekip Medan, Aktivis 98 Desak Polisi dan Dishub Tes Narkoba Berkala Sopir Angkot

DR Berita
Istimewa

Wakil Sekretaris Majelis Nasional Perhimpunan Pergerakan 98 Potan Edi Siregar.

DRberita.com | Peristiwa nahas kecelakaan maut antara Kereta Api (KA) Sri Lelawangsa relasi Binjai-Medan Nomor KA U85 dengan angkot trayek 123 rute Pancurbatu-Kayuputih bernomor polisi BK 1610 UE di perlintasan Jalan Sekip, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, pada Sabtu 4 Desember 2021, berbuntut panjang.


Polisi menetapkan Harto Manalu, sopir angkot yang ditabrak KA sebagai tersangka yang menyebabkan orang lain (penumpang) tewas. Polisi mendapati fakta, Harto Manalu positif narkoba jenis sabu. Setelah ditahan, tersangka menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Medan.

Kecelakaan yang menyebabkan empat orang tewas dan enam lainnya luka-luka itu seperti perulangan beberapa peristiwa serupa yang pernah terjadi di Kota Medan pada 25 November 2015 lalu. Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Hadi Wahyudi mengatakan, Harto Manalu telah menjalani serangkaian tes narkoba, termasuk tes urine. Dari hasil pemeriksaan itu dia dinyatakan positif menggunakan narkoba.

BACA JUGA:
Jelang Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejati Sumut Tangkap DPO Koruptor Pendidikan Nisel

Wakil Sekretaris Majelis Nasional Perhimpunan Pergerakan 98 Potan Edi Siregar mendesak Kepolisian dan Dinas Perhubungan secara berkala melakukan uji sampel urine sopir angkot di Sumatera Utara terutama di Kota Medan. Perulangan peristiwa tabrakan angkot dengan KA, ujar Potan, harus diakhiri agar tidak ada warga yang mati sia sia.


"Temuan fakta di lapangan, di perlintasan Jalan Sekip Medan, jelas sopir angkot yang salah. Jika kemudian polisi menemukan sopir dalam pengaruh narkona dan minuman keras, lantas apa tanggung jawab pemerintah menghentikan peristiwa serupa agar tidak terulang. Jawabannya adalah pengawasan. Sebab penumpang tidak pernah tahu, sopir dalam pengaruh narkoba atau minuman keras. Yang berhak tahu dan harus tahu kondisi sopir adalah Polisi dan Dinas Perhubungan." kata Potan, Senin 6 Desember 2021 malam.


Selain tes narkoba berkala, sambung Potan, mendesak Dinas Perhubungan mencabut izin trayek angkot yang sopirnya tidak memiliki SIM dan kedapatan mengkonsumsi narkoba.

"Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban agar manajemen perusahaan angkot tidak lepas tangan mempercayakan armadanya dikelola sopir ugal - ugalan dan pengguna narkoba yang bisa menyebabkan orang lain kehilangan nyawa," ujar Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Medan ini.

BACA JUGA:
AMMP2SU Minta KPK Supervisi Kasus UINSU di Polda dan Kejati Sumut

Perhimpunan Pergerakan 98, sambung Potan, melakukan aksi simpati di lokasi terjadinya peristiwa tabrakan di perlintasan KA Jalan Sekip dengan menabur bunga dan berdoa untuk para korban tabrakan nahas itu." Semoga tidak ada lagi peritiwa seperti ini terulang. Polisi, Dinas Perhubungan dan manajemen perusahaan angkot harus melakukan pengawasan yang serius kepada sopir," pungkas Potan.

Penulis: DR Berita

Editor: Admin