Politik

Aspirasi Internal TNI Hingga Masalah Pertahanan Saran Untuk Calon Panglima

DR Berita
Foto: Ilustrasi

Prajurit TNI

DRberita.com | Aspirasi internal TNI dan masyarakathingga masalah reformasi pertahanan menjadi saran untuk Presiden Jokowi memilih pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.


Sejumlah Fraksi diDPR menyampaikan saran tersebut dan menyerahkan sepenuhnya ke Jokowi, Rabu 16 Juni 2021.

Baca Juga:Polrestabes Medan Amankan Anjing Penggigit Bocah di Perumnas Simalingkar

Sebelumnya, nama Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasadan Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margonodigadang-gadang bakal menjadi suksesorHadi.


Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakanpihaknya mendukung siapapun yang nantinya dipilih Presiden Jokowi sebagai Panglima. Namun, Jokowi harus mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum memilih calon panglima TNI.

Baca Juga:Diskusi Soal Pemecatan Presiden Bukan Makar

Jokowi harus mendengar berbagai masukan dan aspirasi yang secara khusus berkembang di internal TNI dan masyarakat. Selain itu juga harus mempertimbangkan rotasi matra yang memimpin TNI.


Jika Marsekal Hadi Tjahjanto berasal dari matra udara, maka Jokowi bisa memilih calon panglima dari matra darat atau laut. Kalau selama ini sudah dipimpin oleh Panglima dari AU, mungkin sekarang bisa saja diserahkan pada yang berlatar belakang TNI AD atau AL.


"Jadi kita minta laut atau darat. Tentu siapa di antara mereka yang paling pas, saya kira ada dua. Kriteria pertama tentu yang dibutuhkan presiden," lanjutnya.

Baca Juga:Relawan Jokowi Usulkan Pinjam Anjing Hendropriyono dan Ketegasan OJK ke Leasing

Kemudian, yang harus menjadi pertimbangan Jokowi dalam memilih calon Panglima TNI yakni mengenai reformasi pertahanan di Indonesia. Termasuk reformasi alutsista (alat utama sistem senjata) TNI.


Wakil Ketua Fraksi Nasdem Willy Aditya, pihaknya tidak mempersoalkan dua nama calon penggantiHadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. "Presiden Joko Widodo sebagai panglima tertinggi memiliki hak prerogatif untuk memilih siapa di antara keduanya," kata Willy.

Baca Juga:Zaman Penjajahan Terulang Kembali: Bumiputera Jadi "Jongos" di Negeri Sendiri

"Nasdem tentu akan mendukung pilihan Presiden siapa pun yang akan dipilihnya, sebagai wujud komitmen Nasdem sebagai partai pendukung pemerintah," sambungnya.


Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Dave Laksono juga menilaiAndika dan Yudo merupakan calon yang layak menggantikan Hadi.


"Semua calon memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk menjadi Panglima TNI, sehingga siapapun yang presiden pilih merupakan calon yang terbaik, karena semua adalah ksatria tangguh yang Indonesia miliki," kata Dave.

Penulis: DR Berita

Editor: admin

Sumber: cnnindonesia.com