Politik

Apresiasi Buat Polisi Cepat Tangkap Pembunuh Ketua MUI Labura

DR Berita
Istimewa

Indra Buana Tanjung SH

DRberita.com | Kerja cepat kepolisian menangkap pembunuh Ketua MUI Labura Aminurrasyid Aruan mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari praktisi hukum Indra Buana Tanjung SH.


Terbukti, hanya dalam beberapa jam setelah pembunuhan polisi meringkus pelaku. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Labuhanbatu.

"Pertama saya menyampaikan apresiasi atas kerja cepat kepolisian menangkap pembunuh Ustad Aminurrasyid Aruan yang juga beliau sebagai Ketua MUI Labura, dan ini sekaligus menetralisir beragam asumsi yang muncul. Biarkan polisi bekerja profesional untuk mengungkap motif pembunuh ulama Labuhanbatu Utara ini," ucap Indra Buana Tanjung di Medan, Jumat 30 Juli 2021.

Baca Juga :Bareskrim Polri Tangkap 8 Tersangka Pinjol Bodong, 2 Orang dari Medan

Pembunuhan Ustad Aminurrasyid Aruan, diakui Direktur Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) ini mengundang banyak perhatian publik, khususnya di Sumatera Utara. Sebab korban adalah ulama kharismatik dan Ketua MUI Kabupaten Labura.

Guna menghindari berbagai tafsir di tengah masyarakat, kepolisian dalam waktu singkat berhasil menangkap pelaku. Bahkan Kapolda Irjen Pol Panca Putra dengan tegas memberikan perintah usut tuntas kasus pembunuhan tersebut.


"Ini bentuk keseriusan kepolisian dalam mengungkap peristiwa pembunuhan Ketua MUI Labura, dan pastinya pelaku sudah ditangkap. Untuk itu mari kita kawal prosesnya, apalagi Irjen Panca mengatakan pelaku bisa diancam hukuman mati. Jadi marilah kita kawal prosesnya dan bersama-sama menjaga kondusifitas di Sumatera Utara, agar tetap terjaga," seru Indra.

Baca Juga :Tak Ditanggapi Gubsu, Masalah Tender Proyek Dinas Peternakan Sumut Dilaporkan ke Ombudsman

Indra Buana Tanjung juga berharap pemerintah khususnya kepolisian lebih peka menanggapi dan memberikan perhatian serta perlindungan kepada para ulama, mubaligh, dan tokoh agama lainnya dalam menyampaikan dakwah kepada umat.

"Kita berharap sinergisitas antara ulama, mubaligh, dan tokoh agama lainnya dengan kepolisian terus ditingkatkan, terutama saat dalam kegiatan dakwah dan sebagainya. Tugas kita semua, termasuk ormas-ormas Islam untuk turut menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif dan aman. Sebab untuk kasus seperti ini sangat sensitif dan rentan digiring ke isue SARA," terangnya.

Penulis: Arcito

Editor: Admin