Politik

AMPG Sumut: Pemilik RS Royal Prima Harus Bertanggungjawab

DR Berita
Foto: Istimewa

Sekretaris AMPG Sumut Zainal Arifin Sinambela.

DRberita.com | Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumut Zainal Arifin Sinambela meminta pemilik RS Royal Prima, Medan, bertanggungjawab atas terjadinya pasien Covid-19 tewas bunuh diri lompat dari lantai 12 gedung.


"Pemilik rumah sakit royal prima yang saya tau bernama Nyoman dan Tomy harus bertanggungjawab atas insiden bunuh diri seorang pasien Covid-19, ini sudah kategori kelalain dari pihak rumah sakit," kata Zainal Arifin kepada wartawan di Medan, Rabu 5 Agustus 2020.



"Kita minta polisi segera mengusutnya, kelalain kerja ini tidak bisa kita berikan toleransi, bisa-bisa pasien Covid-19 lainnya akan bertindak yang sama," sambungnya.


Baca Juga :KPK Belum Cabut Status Cekal Kasus Suap Walikota Medan


Zainal menilai ada ketidakberesan sistem kerja yang diterapkan oleh pihak rumah sakit kepada petugas medis sehingga tidak mengetahui pasien Covid-19 nekat lompat dari lantai 12.


"Atau mungkin sikap atau pelayanan dari petugas medis yang menyebabkan tindakan nekat pasien itu terjadi," tandasnya.



Diberitakan sebelumnya, seorang pasien wanita penderita Covid-19 tewas bunuh diri melompat dari lantai 12 gedung Rumah Sakit Royal Prima, Medan, Rabu 5 Agustus 2020.


Baca Juga :Warga Sihaporas Tuding TPL Maling Tanah Adat, Komisi B Disambut Coffee Morning


MAH (39) warga Jalan Lampu, Gang Pelita III, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, tewas bunuh diri diduga stres.




art/drb

Penulis: Muhammad Artam

Editor: Gambrenk