Politik

Akademisi: Jokowi Kecolongan, Sikap KSP Moeldoko Tidak Baik Untuk Demokrasi Bangsa

DR Berita
Foto: Muhammad Artam

Shohibul Ansor Siregar (tengah)

DRberita.com | Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar menyatakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat oleh Moeldoko melalui Kongres Luar Biasa (KLB) tidak baik bagi demokrasi dan konsolidasi anak bangsa.


"Pak Jokowi kecolongan, kita minta untuk memberi sanksi kepada beliau (Moeldoko). Dulu ada kejadian serupa, di Orde Baru misalnya, bukan orang pemerintahan yang datang merebut partai. Sekarang, orang yang paling dekat dengan presiden," kata Shohibul dalam pernyataan sikap 'Aliansi Rakyat Pengawal Demokrasi' di Kota Medan, Jumat 12 Maret 2021.



Meski meyakini Presiden Jokowi tidak ikut-ikutan dan tidak mengetahui persoalan kisruh Partai Demokrat, namun Shohibul mengatakan dalam hal ini Presiden Jokowi harus mengambil sikap tegas agar tidak terimbas.


BACA JUGA :16 Pengikut Aliran Sesat Balakasuta Direlokasi ke Cidahu Banten


"Saya khawatir dan mungkin kita sama, Pak Jokowi itu tidak perlu dilibatkan dalam hal ini. Dan untuk menguatkan itu, berilah sanksi ke Moeldoko itu," ujarnya.



Shohibul bahkan berpandangan bahwa semestinya KSP Moeldoko tidak perlu ada, sehingga tercipta format kabinet yang lebih ramping.


Dia juga mengatakan tidak perlu ada konsolidasi dan akomodasi yang berbagai faktor namun tidak mengarahkan kabinet ke kerja-kerja.



BACA JUGA :Paranormal di Sumut Minta Presiden Jokowi Tindak Moeldoko


"Kalau kita banding dengan Negara Amerika, Amerika itu kabinetnya lebih ramping. Selanjutnya, kita juga khawatir gaya politik seperti ini (merebut kepemimpinan partai) menjadi tradisi politik dalam kebudayaan Indonesia," jelasnya

Penulis: Muhammad Artam

Editor: admin