Politik

AHY Bersama Tokoh Ormas Lintas Agama Bahas Pancasila dan Bedah RUU HIP

DR Berita
Istimewa

AHY Webinar bersama tokoh ormas lintas agama membedah RUU HIP.

DRberita.com | Partai Demokrat menentang praktik-praktik eksploitasi politik identitas yang seringkali dimainkan dalam konstelasi politik bangsa ini. Khittah perjuangan politik Partai Demokrat adalah wasathiyyah, atau tengah dan moderat, nasionalis-religius, dan tidak mau terjebak dalam pertarungan ideologi ekstrim.

"Karena itu, saat ada yang menikmati terjadinya eksploitasi politik identitas, kami berusaha istiqomah dan konsisten untuk tidak tergoda dan tetap berada di tengah untuk menjaga keseimbangan," tegas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka acara Silaturahmi Kebangsaan dan Agama dan Pancasila dalam Merawat Ke-Indonesiaan, Bedah Tuntas RUU HIP, pada pertemuan Webinar melalui aplikasi zoom, Jum’at 26 Juni 2020.

Baca Juga:
Ayah dan Anak Luka Bacok jadi Korban Rampok di Medan


"Saya ingin menjadikan diskusi lintas agama ini sebagai jembatan komunikasi untuk menghilangkan asumsi, prasangka dan meneguhkan kembali visi kebangsaan kita sebagai NKRI. Melalui diskusi lintas agama ini, mari kita perkuat fondasi, toleransi dan kesepahaman sebagai bangsa, agar Indonesia terhindar dari ancaman konflik dan perpecahan di akar rumput," lanjut AHY.

AHY memberikan apresiasi kepada para tokoh yang peduli akan hal ini. "Karena itu, Partai Demokrat ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para pemuka Ormas sosial keagamaan dan juga para tokoh lintas agama, yang telah secara kritis terus ikut mengawal dan mengawasi politik legislasi di parlemen. Partai Demokrat juga menyampaikan bahwa kami terbuka dan siap menjadi penyambung lidah rakyat dan umat lintas agama," terangnya.



Acara yang diinisiasi oleh Departemen Agama dan Sosial DPP Partai Demokrat yang dikepalai Munawar Fuad ini diharapkan bisa memberi solusi atas masalah-masalah yang terjadi. "Kami saat ini ingin terus menjadi bagian untuk merespons, memberi solusi, menangkap suara kebatinan masyarakat sampai kapan pun," tutur Munawar.

Mengundang narasumber dari berbagai ormas sosial keagamaan dan juga para tokoh lintas agama mulai dari Wakil Ketua MPR RI Sjarifuddin Hasan, Sekjend MUI Pusat Anwar Abbas, Sekjend PBNU Helmy Faishal Zainy, Sekjend PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Toko Pemuka Kristen Natalis Situmorang.

Halaman :
Editor: Bornok

Sumber: Pers Rilis