Politik

Sutrisno: Jatuhkan Fahd A Rafiq harus melalui kongres luar biasa

DR Berita
istimewa
Fahd A Rafiq.

DINAMIKARAKYAT.COM, Sibolga - Wakil Ketua DPD KNPI Sumut Sutrisno mengatakan, pihaknya tidak pernah menilai terjadi dualisme, karena pengambilan keputusan terhadap keduanya berbeda.

"Pertama adalah Kongres Pemuda, bulan Februari 2015 silam di Papua, pada saat itu terpilihlah bung Rivai Darus sebagai Ketua Umum DPP KNPI," kata Sutrisno dalam keterangan persnya, Minggu (28/2/2016), usai Musyawrah Bersama KNPI Sibolga dan Tapteng.

Seiring berjalannya waktu, kata Sutrisno, Rivai Darus dianggap tidak dapat menjalankan amanah kongres, maka itu sebanyak 122 OKP Nasional ditambah 24 DPD KNPI Provinsi se Indonesia merekomendasi untuk melaksanakan kongres luar biasa pada bulan Juni 2015.

Kongres luar biasa memiliki wewenang dan tugas yang sama. Tetapi yang bisa membatalkan hasil kongres adalah kongres luar biasa.

Sepanjang syarat dan ketentuannya terpenuhi serta dinyatakan sah dan legal, yaitu diikuti oleh 2/3 pemilik suara pada pelaksanaan kongres luar biasa.

"Sebanyak 122 OKP Nasional ditamban 24 DPD KNPI Provinsi itu sudah melampaui 2/3 pemilik suara dari total 150-an. Kita tidak bilang ini dualisme, karena ini adalah hasil kongres luar biasa. Berbeda jika setelah kongres ada kongres susulan, itu baru dualisme," tegas Sutrisno.

Menurutnya, pada semua organisasi hal itu lumrah dan biasa, asalkan dilakukan sesuai mekanisme pengambilan keputusan yang tepat. Pada kongres luar biasa yang lalu, terpilihlah Fahd A Rafiq sebagai Ketua umum DPP KNPI.

"Dia juga bilang secara tegas, kalau ada yang mau menjatuhkan dirinya (Fahd A Rafiq,red) harus dilakukan melalui kongres luar biasa, bukan sekadar bercakap-cakap melalui media dan lainnya. Gunakanlah mekanisme itu, seperti yang dia lakukan melalui kongres luar biasa," ujar Sutrisno.

Jadi, persoalan ada perasaan tidak terima dan kecewa itu hal yang biasa dalam kehidupan berorganisasi, karena organisasi berjalan bukan berdasarkan perasaan, tetapi berjalan menurut relnya, yaitu AD/ART. "Kita berharap berjiwa besarlah," ucapnya. (oktaf)