Politik

Rekanan Minta Plt Kadis PU Medan Profesional Kelola Anggaran 2020

DR Berita
drberita/istimewa
Kantor Dinas PU Medan
DRberita | Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) suap Kadis PU Isa Asyari dan Walikota Medan Dzulmi Eldin harus menjadi cermin Plt Kadis Zulfansyah untuk profesiaonal mengelola anggaran tahun 2020.

Hal itu disampaikan Rekanan Proyek APBD Medan Muhammad Fauzi di Komplek Tasbi II, Kawasan Ringroad, Gagak Hitam, Rabu 15 Januari 2020.

"Zulfansyah dipercaya jadi Plt kepala dinas, ia harus tahu hal apa yang harus dihindarinya agar tidak terjadi lagi sesuatu yang mengarah pada tindak pidana korupsi di PU Medan. Apa langkah yang mau dibuat, harus bercermin pada kasus OTT Isa Ansyari dan Dzulmi Eldin. Itu ke itu juga masalahnya. Jadi sudah jelas ia harus bisa menghindari penyebab suap, apa-apa saja di dinasnya," kata Fauzi.

KPK melakukan OTT terhadap Isa Ansyari disebabkan adanya suap proyek puluhan miliar dari rekanan di Dinas PU Medan. Jumlah suap yang diminta Isa Asyari mencapai Rp 60 miliar. Hal itu sesuai dengan pengakuan Fikri Harahap, Kasi Drainase Dinas PU Medan pada persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, pekan lalu.

Fikri dalam persidangan mengaku dapat perintah dari Isa Ansyari untuk mengumpulkan fee proyek dari rekanan yang mengerjakan paket yang dimenangkan. Lantas uang fee proyek itu diserahkan Isa ke Dzulmi Eldin.

"Pengakuan Fikri itu menjadi fakta persidangan yang harus dipahami Zulfansyah untuk bekerja. Jangan ini kembali terjadi di 2020 ini. Zulfansyah harus profesional bekerja dan mengelola anggaran PU Medan tahun (2020) ini ," kata Fauzi.

"Ini tahun politik. Zulfansyah jangan sampai terjerat politik transaksional. Kalau rezeki, tak akan lari jabatan defenitif kadis di PU Medan," sambungnya.

Fauzi berharap Zulfansyah bisa menjadi leader yang profesional di Dinas PU Medan, agar Kota Medan bisa terlihat lebih cantik lagi. "Beliau (Zulfansyah) sosok yang tak ibadah dan juga pintar. Kita yakin dia bisa merubah kebiasaan (suap proyek) di PU Medan," kata Fauzi. (art/drc)

Editor: Bornok