Politik

Mahasiswa Sumut: Aksi Kami Murni

DR Berita
istimewa
Aliansi Mahasiswa Aktivis Sumut Bersatu (FORMASTU) saat konfrensi pers, Senin (30/9).
DRBERITA | Perwakilan dari Aliansi Mahasiswa Aktivis Sumut Bersatu (FORMASTU), Ahmad Zulfahmi Fikri menegaskan tak ada pihak menunggangi aksi pada, Selasa (24/9) dan Jumat (27/9) kemarin di depan Kantor DPRD Sumatera Utara. Aspirasi yang mereka sampaikan adalah murni mewakili suara masyarakat Indonesia menolak RUU KPK dan KUHP

.

Dalam konfrensi persnya, Senin (30/9), Zulfahmi menyatakan mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu merupakan perwakilan dari STAIS, Unimed, UISU, UINSU, UMSU, ITM, dan UPU.


"Aksi kami murni dari hati nurani mahasiswa yang menyuarakan keadilan kepada negeri ini,"ujarnya.


Menurutnya, ada sejumlah tuntutan mereka pada aksi kemarin. Yakni, bebaskan teman-teman aktivitis yang ditangkap aparat kepolisian. Kemudian, tangani kabut asap kebakaran di sejumlah hutan di Indonesia.


"Lalu, Kami menolak RUU KPK dan KUHP karena hal ini adalah politik adu domba atau Divede Et Impera dan memiliki tujuan untuk melemahkan pergerakan. Kami juga menutuk sikap represif petugas kepolisian kepada mahasiswa aksi hingga banyak korban terluka,"ungkapnya.


"Pasti kami sangat kecewa kepada anggota DPRD Sumut yang enggan menampung prosesi aspirasi kami. Mereka tak layak jadi wakil rakyat karena tak mau mendengarkan aspirasi kami. Tunggu saja, kami akan datang lagi dengan jumlah yang lebih besar,"katanya. 


(den/drc)

Penulis: armand

Editor: admin