Politik

Gubernur Sumut dan 11 Tokoh Dapat Penghargaan dari Harian Waspada

DR Berita
istimewa
Gubernur Sumut Erry Nuradi.
DINAMIKARAKYATCOM - Gubernur Sumut Erry Nuradi menerima penghargaan 'Appreciation Award 2017' dalam acara Penganugerahan Tokoh-Tokoh Waspada dalam rangka HUT ke-70 Harian Waspada di Hotel Aryaduta, Medan, Sabtu (21/1/2017) malam.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk partisipasi berkesinambungan Tengku Erry Nuradi sejak menjabat Bupati Serdang Bedagai, Wakil Gubsu hingga menjabat Gubernur Sumut.

Erry mengapresiasi penghargaan yang diterimaanya dari Harian Waspada. Katanya, ini merupakan penghargaan yang strategis.

"Saya pernah menerima penghargaan Tokoh Waspada pada tahun-tahun sebelumnya. Saya menanggapi anugerah ini sebagai bentuk penghargaan terhadap langkah-langkah, pemikiran, prakarsa dan tindakan yang telah dilakukan selama ini sebagai anak bangsa dalam memajukan kesejahteraan hidup masyarakat Sumut," tutur Erry.
Ia berhadap para penerus Harian Waspada tetap bersemangat, motivasi, dedikasi dan komit menjaga eksistensi Harian Waspada.

"Semangat ini jugalah yang saya yakini mengalir dari Almarhum Mohammad Said dan Almarhumah Ani Idrus yang diakui secara luas, besar sumbangannya kepada bangsa dan negara," kata Erry.

Sebelum memberi tokoh khusus kepada Gubernur Sumut, Harian Waspada memberikan 11 penghargaan kepada Gusirawan Pasaribu, Musa Rajeck Shah, Parlindungan Purba, Amri Siregar, Muzakir Manaf, Abuya Syech H Amran Waly Al-Khalidy, Hasanuddin Darjo, T. Zulkarnaini, Jopinus Ramli Saragih, Edy Rahmayadi dan Hidayati.

Begitu juga dengan para penulis di antaranya Prof Usman Pelly, Prof Bachtiar Hasan Miraza, Prof HM Ridwan Lubis, Prof Syahrin Harahap, dr Arifin Sakti Siregar, SA Siregar, Dr Achyar Zein, Dr Azhari Akmal Tarigan, Dr Warjio, Dr Budi Agustono, Dr Cakra Arbas, Tgk H Ameer Hamzah, Muhammad Nasir, Abdul Rahim Harahap, Sugeng Satya Dharma serta Fadmin Prihatin Malau.

Wapemred Harian Waspada Teruna Jasa Said mengatakan, perjalanan 7 dasawarsa Harian Waspada merupakan sebuah perjalanan panjang penuh dinamika. Suka dan duka serta pasang surut dengan berbagai tantangan yang datang silih berganti sudah dihadapi.

"Apa yang membuat kita bertahan sampai detik ini tidak lain karena kesadaran akan tugas kolektif. Ini memerlukan koordinasi yang kuat antara satu bagian dengan bagian lainnya, baik secara internal maupun eksternal," ujarnya. (art/drc)
Editor: admin