Politik

30 Laporan Masuk ke Ombudsman Jadi Bukti Kerja GTPP Covid-19 Sumut Buruk

DR Berita
ilustrasi

DRberita.com | Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara Abyadi Siregar mengatakan kerja dari tim GTPP Covid-19 Sumut semakin buruk dalam penanganan wabah corona. Terbukti dengan adanya 30 laporan dari warga yang diterima pihaknya.

Lambannya hasil swab test keluar dari anak berinisial T yang mulai diisolasi sejak 4 Mei lalu, padahal sudah dalam kondisi sehat adalah 1 dari 30 laporan yang masuk ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

"Lambatnya keluar hasil swab test anak ini, merupakan 1 dari 30 laporan pengaduan terkait Covid-19 yang masuk ke Posko Pengaduan Covid-19 Ombudsman RI," ungkap Abyadi Siregar kepada wartawan, Rabu 27 Mei 2020.


Dari 30 laporan tersebut, kata Abyadi, mayoritas adalah laporan warga yang menyangkut distribusi bantuan sosial, yakni 86 persen. Sedangkan 10,3 persen adalah laporan terkait keuangan dan 6,8 persen terkait layanan kesehatan.

Baca Juga: DPRD Medan Akan Minta Pemko Bongkar Paksa Bangunan di Simpang Jalan Halat

Menurut Abyadi, sistem koordinasi di internal tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut menjadi penyebab lambannya hasil swab test anak 12 tahun, warga Medan yang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

Hasil swab test pertama anak berinisial T, pada 6 Mei lalu menunjukkan dirinya negatif Covid-19. Namun untuk keluar dari isolasi, seorang PDP harus menunjukkan negatif Covid-19 dalam dua kali swab test.

Abyadi mengaku dirinya sudah berkoordinasi dengan Dirut RSU Pirngadi Medan, dr. Suryadi Panjaitan terkait nasib anak tersebut. Menurutnya, sampai saat ini RSU Pirngadi belum menerima hasil swab test kedua.

Baca Juga: Relawan Jokowi Khawatir Status New Normal Berlaku Sementara Saja

"Alur pemeriksaan adalah, pihak dinkes datang ke RSU Pirngadi, ambil spesimen pasien. Lalu dibawa ke Laboratorium RS USU. Hasilnya, RS USU menyerahkan ke dinkes, baru diserahkan ke pihak RS Pirngadi," jelas Abyadi.

Sebelum berkoordinasi dengan pihak RS Pirngadi, lanjut Abyadi, pihaknya sudah terlebih dahulu mempertanyakan kepada laboratorium RS USU. Ketika itu, pihak laboratorium RS USU meminta bantuan agar pihak RS Pirngadi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumut terkait hasil swab test anak berinisial T tersebut.

"Jadi, tadi kami (Ombudsman) sudah menyampaikan agar pihak RSu Pirngadi segera berkoordinasi dengan Dinkes Sumut. Bisa langsung ke dr. Aries. Permintaan itu saya sampaikan langsung kepada Dirut RSU Pirngadi melalui telepon," katanya.

Melihat lambannya keluar hasil swab test, Abyadi menilai ini hanya terkait kurang baiknya sistem koordinasi tim GTPP Covid-19 Sumut.


"Kalau koordinasinya bagus, saya kira hasil swab ini tidak lama keluarnya. Sebab, Sumut kan sudah punya alat PCR yang memeriksa swab. Sementara, reagensia juga sudah didatangkan ke Sumut beberapa hari lalu. Jadi, apalagi masalahnya? Berarti kan cuma soal koordinasi?" tanyanya.

Abyadi berharap tim GTPP Covid-19 Sumut segera memperbaiki sistem kerjanya. Warga sudah begitu lama dihantui wabah Covid-19 ini. "Segera maksimalkan operasional alat PCR yang ada di RS USU, dengan begitu bisa segera diatasi wabah corona ini," serunya. (art/drb)

Baca Juga: Bebas dari Nusakambangan, 2 Mantan Napiter Penyerang Mapolda Sumut Tiba di Kualanamu

Editor: Gambrenk

Sumber: Pers Rilis