Pilkada

Pesan Untuk Bobby-Aulia Mimpin Kota Medan

DR Berita
Foto: Istimewa

Bobby-Aulia

DRberita.com | Walikota dan Wakil Walikota Medan terpilih Bobby dan Aulia memilik kekuatan tiga tahun ke depan sampai 2024. Semoga politik anggaran yang dikatakan dalam kampanye terbukti menembus pusat.


Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik, Elfanda Ananda mengatakan Bobby dan Aulia sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan terpilih yang akan dilantik dalam waktu dekat ini, bisa membuktikan janji politiknya kepada pendukung, dan khsusnya masyarakat Kota Medan.



"Tantunya masyarakat Kota Medan menunggu langkah Walikota dan Wakil Walikota terpilih Boby dan Aulia sesuai janji yang diucapkan mereka pada saat kampanye," ujar Elfanda, Medan, Sabtu 20 Februari 2021.


BACA JUGA :Marwan Dasopang: Pengajian non Formal Bagian Terpenting dalam Bingkai Kebangsaan


Dalam soal kebijakan anggaran kata Elfanda, tentunya tidak mudah merubah langsung apa yang sudah ditetapkan dalam APBD 2021, mewujudkan visi misi walikota terpilih. Selain itu, membuktikan kritikannya terhadap walikota sebelumnya.



"Segera mungkin walikota memastikan mana APBD 2021 yang bisa mengakomodir ide dan gagasannya. Mana yang tidak pas, segera lakukan perubahan APBD 2021 lebih awal dalam rangka mengakomodirnya," ucapnya.


Selain itu, lanjut Elfanda, buktikan bahwa dengan politik anggaran dia (Bobby) bisa menembus anggaran pusat lebih mudah. Pastikan kue pembangunan pada Bobby memimpin benar-benar dapat dimaksimalkan untuk mengatasi banjir dan problem kawasan perkotaan lainnya.



Dalam hal banjir ROB Medan Utara, khususnya Belawan, masih Elfanda, harus dipastikan masyarakat di sana tidak mengalami banjir terus-menerus dengan mengupayakan bantuan anggaran pusat.


Selain itu, kata Elfanda, untuk belanja APBD yang sifatnya tidak produktif dan seremonial, sebaiknya dipangkas dan dialihkan pada pembangunan yang menyentuh sasaran masyarakat miskin.


BACA JUGA :PSI Sumut: Nezar Djoeli Optimis Raih Suara di Pileg 2024


"Tata ruang Kota Medan menjadi lebih baik dengan menerapkan aturan secara konsisten. Jangan biarkan bangunan berdiri tanpa IMB dan tanpa pengawasan. Bagi oknum yang ketahuan memback up, berikan sanksi," cetusnya.



Elfanda juga mengatakan walikota terpilih harus bisa membedakan mana kepentingan publik dan mana kepentingan kelompok. Pastinya dalam pemenangan kempanye pilkada kemarin banyak sekali yang sedang menunggu jatah. Harus dipastikan Bobby dan Aulia bijak untuk mengedepankan kepentingan warga Kota Medan.


"Pastikan APBD benar-benar mampu menjadi bermanfaat untuk pelayanan publik seperti fasilitas jalan bagus, drainase atau parit berfungsi dengan baik. Pelayanan administrasi cepat, mudah dan murah," katanya.



Selain itu, menertibkan aparatur mulai dari Kepling, Lurah, Camat hingga ASN yang tidak menjalankan fungsinya dalam melayani masyarakat. Sebab, sumber APBD dari uang rakyat. Yang sering terjadi para Kepling hanya patuh pada atasan yakni Lurah, kalau masyarakat mereka nomor duakan.


"Untuk soal kenyamanan dan ketertiban warga, walikota terpilih harus memastikan itu tercipta dengan menerapkan kebijakan yang tegas," seru Elfanda.



Terakhir, kata Elfanda, manfaatkan posisi yang kuat selama 3 tahun sampai 2024. Kalau ada pihak-pihak yang menghalangi pembangunan di Kota Medan bisa disikat.


BACA JUGA :Pemberdayaan Ekonomi Kawasan Pantai Timur Sebuah Keharusan Sejarah


"Jangan kompromi dengan kelompok yang selama ini menguasai proyek-proyek yang ada. Pastikan kali ini warga kota Medan memilih walikota yang berani dan tidak takut dengan kelompok tersebut," tegasnya.




Penulis: Muhammad Artam

Editor: admin