Pilkada

Edi Sampurna, Satu-satunya Cawabup Labura Penerima Penghargaan dari Presiden

DR Berita
Foto: Istimewa

Edi Sampurna.

DRberita.com | Dari seluruh Bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) Labuhanbatu Utara, Edi Sampurna Rambey menjadi satu-satunya sosok yang pernah menerima tanda penghargaan dari Presiden Republik Indonesia.


Tanda penghargaan itu adalah Satya Lencana Karya Satya. Penghargaan ini diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah berbakti selama 10, 20 dan 30 tahun secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya.



Baca Juga :PMII Minta KPK Perjelas Status Bakal Calon Bupati Simalungun


Tanda penghargaan ini diterima Edi Sampurna pada tahun 2013 di era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.


Dikutip dari berbagai sumber, Edi Sampurna memang telah malang melintang dan memiliki segudang pengalaman di birokrasi, di beberapa kabupaten/kota dan Provinsi Sumatera Utara, sosok Edi sudah tidak asing lagi.



Riwayat jabatannya diawali sebagai Kasubbag Administrasi Kependudukan di Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Madya Medan pada tahun 1994. Dari sana Edi hijrah ke Kabupaten Labuhanbatu. Di daerah ini, sejumlah jabatan pernah diamanahkan kepadanya. Beberapa kali menjadi camat, kepala bagian, asisten, hingga di puncaknya pada tahun 2013 - 2016, Edi mengemban jabatan eselon IIA sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara.


Baca Juga :Mendagri Telah Menolak 4.156 Usulan Mutasi


Terakhir, sebelum memutuskan untuk pensiun karena ingin mengabdikan diri dengan maju mencalonkan diri sebagai wakil bupati, Edi menjabat sebagai Kepala Bidang Fasilitasi Pendaftaran Penduduk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Utara.



Berpasangan dengan Dwi Prantara, Edi Sampurna Rambey turut serta mencalonkan diri menjadi wakil bupati Labuhanbatu Utara. Mereka maju melalui jalur perseorangan dan telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Labura.



art/drb

Penulis: Darrenz Nababan

Editor: Bornok